Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini mungkin sebagain kita hanya tahu bahwa skin care hanya ditujukan untuk orang dewasa, khususnya kaum perempuan. Padahal anak-anak pun membutuhkan itu untuk menjaga kesehatan kulit mereka.
Bahkan sejak usia dini, wajib bagi orang tua memperhatikan kesehatan kulit anak. Sebab lapisan kulit anak kecil 30% lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa dan kulit anak memiliki kecenderungan sensitif dan rapuh, sehingga harus dijaga sejak dini.
Baca juga: Orangtua dan Guru Diminta Edukasi Anak Soal Prokes
Anak kecil memiliki resiko yang lebih tinggi terkena gangguan pada fungsi penghalang, karena kulit anak memiliki kandungan air yang lebih tinggi.
"Kulit anak kecil juga memiliki faktor pelembab alami yang jauh lebih rendah. Faktor ini dapat meningkatkan resiko anak kecil terhadap penyakit kulit yang diakibatkan oleh paparan sinar UV. Jadi bukan hal yang mustahil jika nantinya muncul resiko terhadap kanker kulit sejak dini," jelas Founder MS Glow Kids, Maharani Kemala.
Karena sifat kulit yang sensitif, Maharani sebagai produsen produk skincare anak sangat sadar akan pentingnya kandungan alami produk-produk skin care dan vitamin pada anak.
Kandungan yang terdapat pada produk-produk MS Glow Kids di antaranya, Shea Butter, Avocado Oil, Aloe Vera, Royal Jelly, Collagen, Centela Asiatica, Curcuma Xanthorrhiza Rhizoma (ekstrak temulawak), Grape Extract (ekstrak anggur), dan Centela Asiatica Extract (herba pegag),
Salah satu produk MS Glow Kids yang dapat melindungi si kecil saat beraktivitas di luar adalah Daily Baby Cream. "Produk ini dapat digunakan pada wajah dan tubuh yang berguna untuk memproteksi kulit dari sinar matahari karena dilengkapi dengan UV Protection, selain itu dapat menjaga kelembaban, kelembutan serta melindungi anak dari kulit kering dan mencegah iritasi pada kulit anak," ujarnya.
Tidak hanya menjaga kesehatan kulit dari luar, Maharani menyarankan para orangtua juga memperhatikan asupan vitamin dan pola makan yang sehat pada anak. "Asupan nutrisi yang baik dari dalam tidak hanya membantu kesehatan kulit di luar, namun juga menjaga daya tahan tubuh anak tetap sehat terlebih di masa pancaroba dan pandemi saat ini," terang Maharani.
Salah satu produk MS Glow Kids yakni Herboost Vitamin untuk menambah nafsu makan si kecil. Dengan pola makan yang teratur, baik dan sehat dapat menunjang daya tahan tubuh anak. (RO/A-1)
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved