Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung atau stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Karenanya penting memperhatikan lemak darah dalam tubuh. Hal itu disampaikan Bio Medical Expert and Advisor Biogreen Science, Dr Richard Sutedjo S TP PhD dalam peluncuran Bio Ollevia secara virtual, Jumat (26/3) malam.
"Lemak darah sangat penting bagi tubuh. Namun, kita jangan sembarangan formalasikan obat, ujung-ujungnya lemak darah jadi terganggu. Karena itu sangat perlu diketahui obat yang sesuai takaran kebutuhan tubuh," ungkap dokter Richard dalam peluncuran obat untuk mengontrol kolestrol dan kadar lemak dalam darah itu.
Menurut dia, fungsi lemak darah juga penting bagi tubuh, di antaranya sebagai komponen sel, menstabilkan darah, sebagai sarana penyimpanan dan pembakaran energi.
Terkait masih adanya masyarakat yang mengonsumsi herbal secara langsung, semisal bawang putih karena mengandung senyawa allicin yang memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol, atau teh hijau karena kandungannya dapat menurunkan lemak darah, ia tidak membenarkan.
"Itu tidak benar (jika dikonsumsi langsung), mengingat obat harus dikonsumsi sesuai takaran," terangnya.
Baca juga: Jadi Wondermoms, Ini Kiat Jaga Sanitasi Saat Pandemi
Yang justru perlu dipahami, lanjut dia, ialah apa itu lemak darah. Selanjutnya baru menentukan obat yang akan dikonsumsi.
"Lemak darah adalah kompenan lemak yang terlarut dalam darah kita. Dia bisa dalam bentuk bebas dan bisa dalam bentuk berikatan. Tapi, jangan ketakutan berlebihan. Karena tubuh juga perlu lemak. Kita perlu zat esensial yang diperlukan," jelasnya.
Akar kemunculan penyakit jantung atau stroke, menurut dia, adalah terganggunya aliran darah. Kondisi tersebut bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti obesitas atau penggumpalan darah.
"Meski begitu umumnya terganggunya peredaran darah terjadi akibat penumpukan plak yang disebabkan oleh kolesterol jahat atau LDL (low-density lipoprotein). LDL terbentuk melalui kombinasi lemak dalam darah dan protein. LDL sebenarnya berfungsi untuk membawa kolesterol dari hati menuju berbagai organ dalam tubuh, namun apabila jumlahnya terlalu banyak malah akan menyebabkan pengendapan lemak di dalam pembuluh darah," tegasnya.
Mengacu pada fakta-fakta tersebut, Biogreen Science menciptakan Bio Ollevia, sebuah produk yang diformulasikan untuk membantu mengontrol dan menurunkan kadar lemak dalam darah. (RO/S-2)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved