Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi: Deteksi Dini adalah Kunci

Basuki Eka Purnama
09/2/2026 16:30
Mengenal Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi: Deteksi Dini adalah Kunci
Ilustrasi(Freepik)

BANYAK orang beranggapan bahwa penyakit jantung hanya menyerang kelompok usia lanjut atau dewasa. Namun, kenyataannya ada kondisi kesehatan serius yang menyerang bayi sejak dalam kandungan, yang dikenal sebagai Penyakit Jantung Bawaan (PJB). 

PJB merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.

Berdasarkan data dari Center for Disease Control and Prevention, prevalensi PJB mencapai 8 dari 1.000 kelahiran bayi. Dari angka tersebut, 1 dari 4 bayi memerlukan intervensi medis darurat, baik melalui tindakan bedah maupun non-bedah.

Faktor Risiko dan Penyebab

Hingga saat ini, penyebab pasti PJB pada seorang anak belum diketahui secara pasti. Namun, dr. Aditya Agita Sembiring, Sp. J.P, Subsp. K.Ped.P.J.B. (K), dokter spesialis jantung dari RS Pondok Indah – Puri Indah, menjelaskan bahwa terdapat peran kelainan genetik dalam kondisi ini. 

MI/HO--Dokter spesialis jantung dari RS Pondok Indah – Puri Indah dr. Aditya Agita Sembiring, Sp. J.P, Subsp. K.Ped.P.J.B. (K)

Kelainan tersebut bisa bersifat tidak diwariskan seperti pada Down syndrome, maupun yang diwariskan seperti pada Turner syndrome.

Selain faktor internal, faktor eksternal saat ibu mengandung juga memicu risiko PJB. Infeksi seperti rubella dan sifilis, serta konsumsi obat-obatan tertentu (seperti obat antijerawat atau antiepilepsi) pada fase kritis pembentukan jantung janin, patut diwaspadai. 

"Oleh karena itu, konsultasi riwayat pengobatan sebelum merencanakan kehamilan menjadi langkah preventif yang sangat penting bagi orangtua," ujar Aditya

Mengenali Gejala Sejak Dini

Tidak semua kasus PJB menunjukkan gejala di awal kehidupan. Namun, orangtua sebagai garda terdepan harus jeli melihat tanda-tanda awal agar penanganan tidak terlambat. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:

  • Anak cenderung cepat lelah, terlihat dari pola menyusu yang sering terputus-putus.
  • Muncul warna biru pada bibir, lidah, dan ujung kuku saat anak menangis atau beraktivitas.
  • Anak sering jongkok karena kelelahan (pada anak yang lebih tua).
  • Gangguan pertumbuhan yang tidak sesuai dengan usia.
  • Adanya pembengkakan pada perut atau kedua tungkai bawah.

Diagnosis dan Langkah Penanganan

Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada dan elektrokardiografi (EKG). 

Adapun standar baku (gold standard) untuk mendeteksi struktur jantung dan aliran darah adalah melalui echocardiography.

Jika anak terdiagnosis PJB, penanganannya sangat bervariasi tergantung tingkat keparahannya. 

Dokter dapat memberikan terapi obat-obatan, intervensi nonbedah seperti pemasangan balon atau stent, hingga tindakan pembedahan untuk memperbaiki struktur jantung.

Selain bantuan medis, peran keluarga dalam menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang dan menjauhkan anak dari polusi asap rokok, menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup anak dengan PJB. 

Dengan dukungan penuh dan penanganan yang tepat, anak-anak dengan PJB tetap memiliki kesempatan besar untuk tumbuh menjadi dewasa yang produktif. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya