Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis jantung dan pembuluh darah menegaskan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung pada umumnya tetap dapat menjalankan puasa, selama kondisi kesehatannya terkontrol dan terapi obat tetap dijalankan sesuai anjuran.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Ardian Rizal, menyampaikan puasa tidak serta-merta membahayakan penderita aritmia. Ia menyebut, bagi sebagian besar pasien, tidak diperlukan penanganan khusus selama berpuasa.
“Pada prinsipnya, obat tetap diminum dengan dosis yang sama,” ujar Ardian dilansir dari Antara, Jumat (13/2).
Menurutnya, banyak kasus gangguan ritme jantung berkaitan dengan kebiasaan hidup. Karena itu, puasa dapat menjadi momen untuk memperbaiki pola hidup, termasuk mengatur jadwal makan dan memilih asupan yang lebih sehat.
Terkait konsumsi obat, Ardian menjelaskan jadwal minum obat dapat disesuaikan dengan waktu berbuka dan sahur. Jika obat harus diminum tiga kali sehari, pembagian waktunya bisa diatur saat berbuka puasa, sebelum tidur, dan ketika sahur.
Meski demikian, ia mengingatkan pasien jantung tetap perlu menjaga pola makan saat berbuka. Kebiasaan “balas dendam” setelah seharian menahan lapar justru dapat memicu keluhan pada penyakit jantung tertentu.
“Kadang setelah puasa seharian, asupan justru berlebihan. Itu bisa memicu kekambuhan pada penyakit jantung tertentu,” katanya.
Ia menekankan bahwa tidak semua pasien jantung otomatis aman berpuasa. Konsultasi dengan dokter tetap disarankan, terutama bagi pasien gagal jantung stadium lanjut, pasien dengan penyakit jantung bawaan yang berat, serta mereka yang sangat bergantung pada obat rutin dan pembatasan cairan.
“Kelompok pasien yang sangat bergantung pada obat dan pembatasan cairan, atau memiliki kelainan jantung bawaan tertentu, sebaiknya memastikan lebih dulu ke dokter apakah puasanya aman,” tutup Ardian. (Z-10)
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Firbilasi Atrium merupakan pemicu utama stroke kardioembolik, yakni stroke yang terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari jantung.
Pada dasarnya, puasa tidak memberikan dampak buruk secara langsung terhadap sistem kelistrikan jantung pasien.
Metode MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu hasilnya dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit.
ATRIAL fibrilasi (AF) merupakan salah satu bentuk aritmia (gangguan irama jantung) yang menyebabkan stroke sumbatan hingga 40%.
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved