Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJALANKAN ibadah puasa di bulan Ramadan sering kali memunculkan kekhawatiran bagi penderita gangguan irama jantung atau aritmia. Namun, pakar kesehatan menegaskan bahwa ibadah ini relatif aman dilakukan, asalkan pasien berada dalam kondisi stabil dan tetap disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA, menjelaskan bahwa pada dasarnya puasa tidak memberikan dampak buruk secara langsung terhadap sistem kelistrikan jantung pasien.
"Secara langsung puasa tidak berbahaya bagi pasien gangguan irama jantung," ujar Ardian, dikutip Minggu (15/2).
Menurut Ardian, yang juga merupakan anggota Perhimpunan Aritmia Indonesia (Peritmi), kasus gangguan ritme jantung sering kali memiliki keterkaitan erat dengan pola hidup yang tidak sehat.
Dalam konteks ini, puasa justru dapat menjadi momentum bagi pasien untuk memperbaiki kualitas kesehatan mereka.
Puasa dinilai mampu membantu pasien dalam mengatur pola makan dan mengontrol asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.
Sebagian besar pasien dengan gangguan irama jantung bahkan disebut tidak memerlukan perlakuan medis khusus saat menjalankan ibadah ini.
Tantangan utama bagi pasien jantung saat berpuasa adalah penyesuaian jadwal konsumsi obat. Ardian menekankan bahwa perubahan waktu makan tidak boleh mengubah dosis obat yang telah ditetapkan oleh dokter.
"Prinsipnya obat tetap dikonsumsi dengan dosis yang sama. Jika obat diminum tiga kali sehari, jadwalnya bisa diatur saat buka puasa, sebelum tidur, dan saat sahur," jelasnya.
Selain kedisiplinan obat, pasien juga diingatkan untuk menjaga kendali diri saat berbuka.
Pasalnya, ada kecenderungan masyarakat untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan setelah menahan lapar seharian. Lonjakan asupan yang drastis ini justru berisiko menjadi pemicu masalah kesehatan jantung.
"Setelah puasa seharian, kadang asupan justru berlebihan. Itu bisa menjadi pemicu kekambuhan pada penyakit jantung tertentu," tambah Ardian.
Meski secara umum dinyatakan aman, Ardian memberikan catatan khusus bagi pasien dengan kondisi jantung yang lebih kompleks.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua kondisi jantung memiliki toleransi yang sama terhadap perubahan pola makan dan cairan selama puasa.
Pasien dengan gagal jantung stadium lanjut, pasien dengan penyakit jantung bawaan berat, serta mereka yang memiliki aturan ketat mengenai pembatasan cairan dianjurkan untuk tidak berpuasa sebelum melakukan konsultasi medis.
"Pasien yang sangat bergantung pada obat rutin dan pembatasan cairan, serta beberapa kelainan jantung bawaan tertentu, harus memastikan dulu ke dokter apakah aman untuk berpuasa," pungkasnya.
Langkah konsultasi ini krusial dilakukan untuk mencegah komplikasi dan memastikan bahwa kondisi jantung pasien tetap dalam batas aman selama menjalankan ibadah. (Ant/Z-1)
Harga cabai merah kriting saat ini juga mengalami kenaikan hingga Rp56 ribu per kg dan harga cabai merah besar mengalami kenaikan Rp50 ribu per kg.
Pesan utama Ramadan yang senantiasa bermuara pada nilai ketakwaan harus dimaknai secara luas.
Menurut dia, antusiasme pelanggan saat Ramadan tinggi lantaran pisang madu dianggap cocok sebagai camilan untuk berbuka puasa.
keunggulan kompetitif industri D2C ke depan tidak lagi ditentukan oleh besarnya budget iklan, melainkan oleh kesiapan sistem end-to-end.
Penggunaan PINTAR diharapkan dapat mengurangi antrean di lokasi penukaran, meningkatkan efisiensi layanan, serta memungkinkan distribusi penukaran uang yang lebih merata.
Metode MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu hasilnya dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menegaskan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung pada umumnya tetap dapat menjalankan puasa.
ATRIAL fibrilasi (AF) merupakan salah satu bentuk aritmia (gangguan irama jantung) yang menyebabkan stroke sumbatan hingga 40%.
ATRIAL fibrillation adalah gangguan irama jantung yang sering tidak bergejala tetapi berisiko tinggi menyebabkan stroke.
Aritmia atau gangguan irama jantung dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan berisiko fatal jika tak ditangani. Kenali gejala dan jenisnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved