Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Pramono Anung: Jakarta Tetap Terbuka untuk Pendatang Usai Lebaran, Tak Ada Operasi Yustisi

Mohamad Farhan Zhuhri
08/3/2026 11:14
Pramono Anung: Jakarta Tetap Terbuka untuk Pendatang Usai Lebaran, Tak Ada Operasi Yustisi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan melakukan operasi yustisi ataupun penyaringan terhadap pendatang baru pascalebaran.(Instagram)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah yang datang pasca arus mudik Lebaran untuk mencari pekerjaan. Ia menegaskan, tidak akan melakukan operasi yustisi ataupun penyaringan terhadap pendatang baru.

“Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Saya tidak akan memerintahkan adanya operasi yustisi ataupun screening untuk pendatang. Jadi Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja,” kata Pramono kepada awak media dikutip, Minggu (8/3).

Kendati bakal semakin padat akibat pendatang mengadu nasib. Menurutnya, ruang untuk bekerja di Jakarta juga masih tersedia.

“Kesempatan bekerja di Jakarta tetap terbuka. Tetapi dalam kondisi dunia seperti sekarang, ketika terjadi perang di berbagai kawasan seperti Ukraina dengan Rusia, kemudian di Timur Tengah melibatkan Israel, Amerika, dan juga Iran, kita memang harus penuh kehati-hatian,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov DKI saat ini lebih memfokuskan perhatian pada kesiapan menghadapi momentum Ramadan dan Idul Fitri, terutama terkait ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Politkus PDIP itu memastikan stok kebutuhan pangan utama di Jakarta dalam kondisi aman bahkan lebih dari cukup.

“Dalam rangka menyambut Ramadan dan Idulfitri, Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama kebutuhan pokok seperti beras, daging, cabai merah, cabai keriting, dan sebagainya,” kata Pramono.

Menurut dia, ketersediaan stok yang berlebih diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasar selama Ramadan hingga Lebaran.

“Alhamdulillah stok di Jakarta aman, bahkan lebih dari cukup. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan harga karena ketersediaan barang memang berlebih,” pungkasnya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya