Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV DKI Jakarta menegaskan tidak akan menoleransi aksi sweeping restoran selama Ramadan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan, penertiban bukan ranah kelompok masyarakat, melainkan kewenangan aparat resmi.
Rano menekankan, pengaturan jam operasional rumah makan bukan aturan dadakan, melainkan prosedur tetap (protap) tahunan yang terus disosialisasikan. Pelaku usaha, kata dia, pada dasarnya sudah memahami pola pelaksanaan di lapangan.
“Arahan sebetulnya sudah jelas. Restoran atau warung sekarang juga sudah tahu. Kalau memang buka, biasanya pakai tirai. Itu sudah umum,” ujar Rano di Jakarta Barat, Rabu (18/2).
Menurut Rano, mekanisme pengaturan jam buka restoran sudah berjalan dari tahun ke tahun, termasuk saat ia masih bertugas di pemerintahan daerah lain. Karena itu, pemerintah tidak boleh berhenti mengingatkan, namun cara penegakannya tidak boleh liar.
“Kita di pemerintahan bukan baru setahun dua tahun. Di Banten juga seperti itu. Artinya, pemerintah daerah, Pak Gubernur, tidak boleh bosan mengingatkan,” tegasnya.
Rano juga menggarisbawahi bahwa puasa adalah urusan personal, hubungan langsung manusia dengan Tuhan, sehingga tidak semestinya muncul tekanan sosial, apalagi tindakan sepihak terhadap pelaku usaha.
“Puasa ini ibadah unik. Ibadah kita langsung kepada Allah. Kita tidak perlu manusia untuk mengawasi. nJadi ini urusan pribadi,” ujarnya.
Ia menyebut, Pemprov tetap mengatur jam operasional restoran untuk menjaga penghormatan suasana Ramadan. Namun bila ada pelanggaran, yang berwenang menindak adalah aparat, bukan massa.
“Restoran memang ada jam buka, itu sudah protap tiap tahun. Nah, di situ tugas pemerintah untuk terus mengingatkan,” pungkasnya. (Z-10)
Kegiatan itu jadi bagian dari rangkaian program bulan Ramadan yang diinisiasi untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat peran pemuda dalam kehidupan kebangsaan.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menegaskan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kampanye iklan luar ruang (Out of Home/OOH) berskala besar marak selama bulan Ramadan di sejumlah kota besar di Indonesia.
Secara umum, mereka yang masih memiliki kemampuan untuk berpuasa di kemudian hari tetap wajib melakukan qadha.
Program ini memberikan dampak nyata melalui dukungan kepada lebih dari 1.500 penerima manfaat, bantuan bagi 11 masjid dan surau, serta pemberdayaan 4 UMKM lokal.
Tahun ini, bantuan diberikan kepada para santri dan anak yatim yang bernaung di Yayasan Al Barkah, Yayasan Marhamatur Ridho, dan Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Al Hamd.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved