Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Zero-Fluoroscopy, Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak sampai Dewasa tanpa Radiasi

Rahmatul Fajri
10/2/2026 17:15
Zero-Fluoroscopy, Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak sampai Dewasa tanpa Radiasi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

TIDAK semua bayi dengan penyakit jantung bawaan langsung menunjukkan tanda sejak lahir. Sebagian tampak sehat, aktif, bahkan tidak berbeda dengan bayi lain pada umumnya. Namun di baliknya, ada kondisi jantung yang bekerja lebih keras dan seringkali gejalanya baru terlihat ketika mulai mengganggu aktivitas harian anak.

Secara global, penyakit jantung bawaan terus meningkat. Data internasional mencatat lonjakan signifikan dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi lebih dari 9 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Asia menjadi wilayah dengan proporsi tertinggi, hampir 1 dari 100 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan.

Di Indonesia, realitas ini tercermin dari angka kelahiran yang tinggi. Dengan sekitar lima juta kelahiran per tahun, diperkirakan 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan, dan sekitar 8.500 di antaranya merupakan Atrial Septal Defect (ASD) tipe sekundum.

“Tidak semua kelainan jantung bawaan bisa terlihat sejak bayi lahir. Beberapa anak tampak sehat, tetapi sebenarnya memiliki gangguan pada jantung akibat kelainan genetik atau perkembangan janin yang tidak sempurna,” jelas dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).

Dr. Radityo menjelaskan bahwa tidak semua kelainan jantung bawaan dapat langsung terdeteksi saat bayi lahir. Sebagian anak tampak sehat secara kasat mata, namun sebenarnya memiliki gangguan struktural pada jantung akibat kelainan genetik atau proses perkembangan janin yang tidak sempurna.

“Anak tampak biru disertai sesak, mudah ngos-ngosan, minum susu tidak bisa banyak, dan memiliki riwayat prematur. Kondisi ini perlu dicurigai sebagai penyakit jantung bawaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gejala penyakit jantung bawaan sering kali tidak spesifik, sehingga kerap terlewatkan.

Namun terdapat sejumlah tanda yang patut diwaspadai oleh orang tua, antara lain:

- Warna kebiruan pada kulit, bibir, atau kuku
- Mudah lelah dan kesulitan bernapas, terutama saat menyusu
- Berat badan rendah dan pertumbuhan yang melambat
- Pembengkakan pada tungkai, perut, atau area sekitar mata

Di Heartology Cardiovascular Hospital, penanganan Atrial Septal Defect (ASD) kondisi adanya lubang di antara atrium jantung dapat dilakukan melalui tindakan intervensi non-bedah atau perkutan. Sebagai alternatif yang lebih aman, kami menerapkan teknik zero-fluoroscopy, yaitu metode penutupan ASD tanpa paparan radiasi. Teknik ini memanfaatkan ekokardiografi sebagai alat panduan utama, sehingga dapat menggantikan fungsi radiasi dalam proses tindakan. Tanpa adanya paparan radiasi, metode ini melindungi bayi, anak, ibu hamil, serta tenaga medis dari risiko yang tidak perlu. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya