Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK semua bayi dengan penyakit jantung bawaan langsung menunjukkan tanda sejak lahir. Sebagian tampak sehat, aktif, bahkan tidak berbeda dengan bayi lain pada umumnya. Namun di baliknya, ada kondisi jantung yang bekerja lebih keras dan seringkali gejalanya baru terlihat ketika mulai mengganggu aktivitas harian anak.
Secara global, penyakit jantung bawaan terus meningkat. Data internasional mencatat lonjakan signifikan dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi lebih dari 9 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Asia menjadi wilayah dengan proporsi tertinggi, hampir 1 dari 100 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan.
Di Indonesia, realitas ini tercermin dari angka kelahiran yang tinggi. Dengan sekitar lima juta kelahiran per tahun, diperkirakan 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan, dan sekitar 8.500 di antaranya merupakan Atrial Septal Defect (ASD) tipe sekundum.
“Tidak semua kelainan jantung bawaan bisa terlihat sejak bayi lahir. Beberapa anak tampak sehat, tetapi sebenarnya memiliki gangguan pada jantung akibat kelainan genetik atau perkembangan janin yang tidak sempurna,” jelas dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dengan Sub Spesialis Kardiologi Pediatrik Heartology Cardiovascular Hospital.
Dr. Radityo menjelaskan bahwa tidak semua kelainan jantung bawaan dapat langsung terdeteksi saat bayi lahir. Sebagian anak tampak sehat secara kasat mata, namun sebenarnya memiliki gangguan struktural pada jantung akibat kelainan genetik atau proses perkembangan janin yang tidak sempurna.
“Anak tampak biru disertai sesak, mudah ngos-ngosan, minum susu tidak bisa banyak, dan memiliki riwayat prematur. Kondisi ini perlu dicurigai sebagai penyakit jantung bawaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gejala penyakit jantung bawaan sering kali tidak spesifik, sehingga kerap terlewatkan.
Namun terdapat sejumlah tanda yang patut diwaspadai oleh orang tua, antara lain:
- Warna kebiruan pada kulit, bibir, atau kuku
- Mudah lelah dan kesulitan bernapas, terutama saat menyusu
- Berat badan rendah dan pertumbuhan yang melambat
- Pembengkakan pada tungkai, perut, atau area sekitar mata
Di Heartology Cardiovascular Hospital, penanganan Atrial Septal Defect (ASD) kondisi adanya lubang di antara atrium jantung dapat dilakukan melalui tindakan intervensi non-bedah atau perkutan. Sebagai alternatif yang lebih aman, kami menerapkan teknik zero-fluoroscopy, yaitu metode penutupan ASD tanpa paparan radiasi. Teknik ini memanfaatkan ekokardiografi sebagai alat panduan utama, sehingga dapat menggantikan fungsi radiasi dalam proses tindakan. Tanpa adanya paparan radiasi, metode ini melindungi bayi, anak, ibu hamil, serta tenaga medis dari risiko yang tidak perlu. (H-2)
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
PJB masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak, baik di tingkat global maupun di Indonesia.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menegaskan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung pada umumnya tetap dapat menjalankan puasa.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved