Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGGUNAKAN softlens belakangan makin digandrungi oleh banyak wanita, dari masyarakat umum hingga ke kalangan selebritas di Tanah Air. Namun yang harus diwaspadai, jangan menggunakan softlens yang tidak aman dan belum terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Jangan sembarangan, risiko penggunaan softlens yang tidak aman, bisa berdampak terhadap mata (kondisi mata cepat kering, cepat lelah, cepat merah)," ujar founder Sisse Lens Indonesia, Ida Puspitasari, ST, dalam keterangan persnya, Rabu (17/3)
Hal ini, ungkap Ida, dialami oleh temannya sendiri. "Awalnya dia biasa pakai softlens-softlens yang lagi hype beredar di internet dan nggak pernah perhatikan apa produknya sudah di-approved Kemenkes atau belum. Awalnya sih nyaman aja, tapi setelah sekian tahun dia pakai softlens, dia baru kerasa sekarang efek buruknya, mata jadi cepat berasa kering, cepat Lelah, cepat merah," ceritanya.
Lebih lanjut dirinya pun memberikan cara sederhana bagaimana memilih softlens yang baik. Yang terpenting, softlens yang aman sudah terdaftar izin edar dari Kemenkes disertai juga pengecekan kadar air, bahannya, masa pakai, penanganannya, dan lainnya.
"Di botol atau kemasan, umumnya ada info mengenai kadar airnya berapa, bahannya apa dan penanganannya bagaimana. Kemasan softlens yang resmi harusnya dikemasannya menggunakan bahasa Indonesia," ucapnya.
Sisselens Indonesia sendiri menghadirkan softlens lokal buatan dalam negeri yang sudah ada izin edar (AKD) Kemenkes RI (No. AKD: 21204022085). Kandungannya, kadar air 43%, polyhema 57%, masa pakai hingga 6 bulan dan bisa digunakan untuk mata yang minus, dan dengan harga yang sangat terjangkau serta pilihan warna yang beragam dan menarik.
"Proses pembuatan dan hasil produksi softlens Sisse Lens Indonesia ini lebih memperhatikan sirkulasi o2 ke mata, lebih fokus untuk kesehatan mata, sehingga fungsi dari softlens ini bukan hanya untuk fashion semata," pungkasnya. (OL-13)
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Koleksi ini menampilkan deretan drama Korea populer yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi, mulai dari perjuangan karier, penyembuhan luka batin, hingga dinamika romansa.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
Pengembangan kawasan hunian di Bali mulai bergerak ke arah yang lebih luas dari sekadar pembangunan properti.
Ramadan selalu menjadi momen istimewa untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan bersama orang terdekat.
Ari Fahrial Syam ungkap kunci sembuh GERD: perubahan gaya hidup, stop rokok, hingga pengobatan tuntas dengan obat golongan P-CAB terbaru. Cek di sini!
Sekitar 619 juta orang mengalami nyeri punggung bawah pada 2020.
Kepastian halal tetap memerlukan sistem dan regulasi yang jelas. Kemenag mengajak generasi muda untuk menambah pemahaman terkait halal.
Simak tips puasa bagi pekerja lapangan agar tetap sehat, terhidrasi, dan produktif selama Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved