Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta agar laporan keuangan Komisi Nasional Perempuan terpisah dari Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) untuk tahun anggaran 2020.
"Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemeriksaan laporan keuangan tahun ini, Komnas Perempuan akan dibuatkan laporan tersendiri sebagai identitas lembaga yang terpisah dari Komnas HAM walaupun dalam praktiknya pengelolaan keuangan negara masih dibawah satuan kerja Komnas HAM," demikian isi pernyataan Komnas Perempuan.
Bagi Komnas Perempuan, upaya yang dilakukan oleh BPK RI adalah merupakan bentuk penguatan dukungan negara untuk upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan
Perwakilan BPK Mohammad Nashir Salim, menyampaikan bahwa pemeriksaan laporan keuangan ini bukan untuk mencari kesalahan.
"Tetapi bagaimana pengelolaan keuangan negara ini dapat dijalankan sesuai dengan tata peraturan yang ada, sehingga tidak berdampak pada kerugian negara, potensi kerugian negara, ketidakefisienan dan ketidakefektifan dalam melakukan pengelolaan keuangan negara," katanya saat mengunjungi Komnas Perempuan, Rabu (24/2).
BPK mengapresiasi terhadap usaha Komnas Perempuan dalam melakukan beberapa perbaikan guna mendukung akuntabilitas dan efektifitas dalam melakukan pengelolaan anggaran negara.
Pemeriksaan laporan keuangan TA 2020 ini akan dilakukan sampai dengan empat (4) minggu ke depan dan tim BPK RI sangat berharap Komnas Perempuan dapat memberikan informasi dan data-data dengan tepat, guna mendukung pencapaian pertanggungjawaban laporan keuangan negara khususnya untuk satuan kerja Komnas HAM tepat waktu dan tepat opini.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menyampaikan beberapa hal terkait kelembagaan Komnas Perempuan, termasuk di dalamnya program kerja yang tertuang dalam Rencana Strategis Komnas Perempuan 2020 -2024.
"Dalam diskusi ini juga disampaikan beberapa informasi lainnya terkait pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh Komnas Perempuan termasuk sistem dan mekanisme pelaporan keuangan dan bagaimana pengelolaan sumber daya manusia yang ada membantu dalam pelaksanaan pencapaian output yang diharapkan dalam setiap program kerjanya," kata Mariana. (H-2)
Sambut Imlek 2026 dengan 8 prinsip keuangan dari Broker Elev8. Kelola aset, investasi, dan pola pikir di Tahun Kuda Api untuk kemakmuran jangka panjang.
Pengakuan pemerintah terhadap berbagai use case teknologi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan arsitektur sistem keuangan nasional.
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Kemudahan transaksi digital, mulai dari one-click checkout hingga godaan promo di notifikasi ponsel, menjadi pemicu utama tingginya perilaku konsumtif.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Komnas HAM desak Panglima TNI periksa eks KaBAIS Letjen Yudi Abrimantyo terkait kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. Simak pernyataan lengkapnya di sini.
KOMISIONER Komnas HAM, Amiruddin al Rahab menangapi menanggapi pergantian Kepala Bais atau Kabais TNI Letjen Yudi Abrimantyo. Menurutnya itu sinyalemen baik dan minta Kabais TNI diperiksa
Pendalaman dilakukan dengan menghimpun informasi dari berbagai pihak.
PROSES pemulihan Aktivis KontraS Andrie Yunus diperkirakan mencapai dua tahun. Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI, awal Maret 2026.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjamin seluruh biaya pengobatan dan pemulihan Andrie Yunus.
Fokus investigasi tidak hanya terpaku pada luka fisik, tetapi juga dampak psikologis jangka panjang yang dialami oleh Andrie Yunus akibat siraman air keras tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved