Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menjawab dampak perubahan iklim di Indonesia, tim survei dari UN World Global Village Limited menyambangi kawasan pesisir pantai Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pekan lalu. Tim ini melakukan survei memilih lokasi proyek kota cerdas (smart city) berteknologi tinggi dengan pendekatan aspek lingkungan.
CEO UN World Global Village Limited, Lu Jinping mengatakan, salah satu fokus program organisasinya adalah untuk memperbaiki dan melindungi bumi. Caranya dengan menjaga ekosistem tanah, air, hingga atmosfer. Lu Jinping memaparkan, dipilihnya Kabupaten Kutai Kartanegara lantaran kawasan ini memiliki posisi yang strategis. Pertama memiliki luas lebih dari 300 kilometer persegi, serta terletak 15 kilometer dari garis pantai.
"Mengapa harus dekat pantai? Karena salah satu program dan misi kami adalah ikut membantu melindungi ekosistem asli," kata dia melalui keterangan tertulisnya yang diterima Media Indonesia, Senin (22/7).
Selain itu, jika proyeknya terealisasi, pihaknya akan menggarap sejumlah program berbasis lingkungan. Yakni pengerjaan proyek penghijauan (greening), rendah karbon, ramah lingkungan, pengembangan yang berkelanjutan, berteknologi tinggi dan bernilai tambah tinggi.
"Kami harap nantinya bisa menghasilkan produktivitas yang tinggi. Jadi tujuan investasi dengan proyek yang menguntungkan, proyek smart city," tambah dia.
Dalam kunjungan tersebut, Lu Jinping bertemu utusan dari Bupati Kutai Kartanegara Edy Damansyah, serta dua staf Pemkab Kabupaten setempat, Rinda Desianti dan Wahyu. Ketiganya juga turut mendampingi tim Lu Jinping ke pesisir pantai di Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk melakukan survei pemilihan lokasi.
Lu Jinping memaparkan, setelah proyek smart city yang berteknologi tinggi dari UN World Global Village ini mendarat, lembaga tersebut akan menyediakan berbagai infrastruktur, fasilitas transportasi dan fasilitas umum lainnya.
"Untuk proyek pembangunan infrastruktur Provinsi Kalimantan Timur Indonesia, UN World Global Village bersedia melalui negosiasi dengan pemerintah. Berdasarkan premis dari kedua belah pihak untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada pemerintah," beber dia.
baca juga: Tol Trans Jawa Bisa Pacu Pariwisata
Dia berharap kehadiran UN Wordl Global Village bisa mendorong kemakmuran ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia. Khususnya di Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Kami memiliki mimpi menjadikan Kutai Kartanegara menjadi pusat teknologi tinggi dunia dan pusat properti dunia yang berteknologi tinggi terbaru," pungkasnya. (OL-3)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Kemenag memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Studi terbaru mengungkap sisi emosional hilangnya gletser dunia. Dari tujuan wisata "kesempatan terakhir" hingga ritual pemakaman es, bagaimana manusia merespons kepunahan gletser?
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved