Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pakar IPB Jelaskan Fenomena Bulan Menjauh dari Bumi dan Dampaknya bagi Iklim

Muhammad Ghifari A
04/2/2026 12:15
Pakar IPB Jelaskan Fenomena Bulan Menjauh dari Bumi dan Dampaknya bagi Iklim
Ilustrasi(freepik)

FENOMENA Bulan yang perlahan bergerak menjauh dari Bumi sering kali memicu berbagai spekulasi di masyarakat, mulai dari isu perubahan iklim hingga dampak buruk bagi kehidupan. Menanggapi hal tersebut, Pakar dari IPB University memberikan penjelasan ilmiah untuk meluruskan persepsi masyarakat.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SSi, MSi, menjelaskan fenomena ini bukanlah sesuatu yang ganjil. Fenomena ini konsekuensi logis dari bentuk lintasan orbit Bulan yang elips, bukan lingkaran sempurna.

“Efek Bulan menjauh dari Bumi merupakan konsekuensi orbit revolusi Bulan terhadap Bumi yang berupa elips. Ada saat Bulan berada pada jarak terdekat (perigee) dan jarak terjauh (apogee) dalam setiap periode revolusinya,” jelas Sonni.

Ia menambahkan fenomena serupa juga terjadi pada hubungan Bumi dan Matahari. Bumi mengalami peristiwa perihelion (jarak terdekat) setiap Januari dan aphelion (jarak terjauh) setiap Juli.

Dampak Tidak Langsung bagi Manusia

Sonni menegaskan masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan. Fenomena astronomi ini tidak memberikan dampak langsung terhadap kehidupan manusia sehari-hari. Jika pun ada pengaruh, hal tersebut biasanya melalui mekanisme alam lain, seperti gaya gravitasi yang memengaruhi pasang surut air laut.

Kenaikan muka laut akibat pasang surut inilah yang kemudian bersentuhan langsung dengan aktivitas manusia, terutama para nelayan dan masyarakat di wilayah pesisir. "Dampaknya baru terasa melalui mekanisme lain, bukan secara langsung dari posisi Bulan tersebut," tuturnya.

Pengaruh terhadap Sistem Iklim

Terkait isu perubahan iklim, Sonni memaparkan bahwa posisi Bulan tidak memegang peranan langsung. Hal ini dikarenakan durasi iklim dihitung dalam skala waktu tahunan hingga puluhan tahun.

Faktor eksternal yang jauh lebih berpengaruh terhadap iklim justru berkaitan dengan orientasi Bumi terhadap Matahari yang dikenal sebagai Siklus Milankovitch, yang meliputi:

  • Eksentrisitas Orbit Bumi: Perubahan bentuk orbit (siklus 100.000 hingga 400.000 tahun).
  • Oblikuitas: Perubahan kemiringan sumbu rotasi Bumi (siklus 41.000 tahun).
  • Presesi: Perubahan arah sumbu rotasi Bumi (siklus 26.000 tahun).

"Perubahan orientasi ini menyebabkan fluktuasi radiasi Matahari yang diterima Bumi sebagai sumber energi utama iklim. Namun, skalanya sangat panjang, yakni ribuan hingga ratusan ribu tahun," urai Sonni.

Pengaruh Konstelasi Planet

Selain faktor Bulan dan Matahari, posisi planet-planet dalam tata surya juga dapat memengaruhi atmosfer Bumi. Ketika planet berada dalam posisi konjungsi (sejajar), resultan gaya gravitasi yang dihasilkan dapat mengangkat uap air di atmosfer Bumi.

"Hal ini meningkatkan potensi pembentukan awan. Karena konjungsi planet terjadi dalam orde ratusan tahun dan efeknya bersifat global, fenomena ini memang dapat menyebabkan perubahan pada sistem iklim Bumi," pungkasnya. (IPB/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya