Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang mengatakan cukup dirinya jadi WNI, anaknya jangan menuai respons dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Profesor Hermanto Siregar mengatakan ada hikmah penting bagi publik. Kejadian itu menurutnya refleksi diri, khususnya bagi generasi muda dan penerima beasiswa.
Setidaknya ada empat butir refleksi yang menekankan kesadaran kebangsaan, etika bermedia sosial, serta tujuan strategis pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Pertama, Prof Hermanto menilai ungkapan “cukup aku aja yang WNI” menunjukkan minimnya kesadaran orang tersebut bahwa beasiswa yang dia peroleh berasal dari ‘uang rakyat’.
“Kurangnya kesadaran itu menyebabkan kurangnya rasa berterima kasih kepada negara dan bangsa Indonesia, sehingga rasa ingin ‘membalas’ beasiswa itu dalam bentuk bekerja sebaik-baiknya membangun Indonesia tipis sekali atau mungkin tidak ada,”ungkapnya melalui siaran persnya yang diterima Kamis (27/2) malam.
Kedua, Prof Hermanto juga mengamati adanya masalah etika dan norma pada banyak (meski tidak semua) anak muda saat ini.
“Kalaupun kondisi di kampung halaman memang buruk, tentu tidak etis untuk membuka kekurangan tersebut di media sosial, yang dengan cepat menyebar ke audiens di negara-negara jiran bahkan lebih luas.”
“Postingan menjadi viral, sebab yang menyatakan kekurangan itu adalah pihak yang sepatutnya berterima kasih kepada negara asalnya,”imbuhnya.
Ketiga, secara substansi, beasiswa LPDP adalah salah satu strategi pemerintah yang bertujuan mengembangkan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Di dalam negeri, generasi muda diberi beasiswa LPDP menimba ilmu di perguruan-perguruan tinggi nasional bereputasi internasional. Sementara di luar negeri, penerima beasiswa dikirim belajar pada perguruan tinggi ternama yang memiliki ranking 100 terbaik dunia.
“Dengan pengalaman tersebut, mereka diharapkan menjadi penggerak atau pemimpin pembangunan masa mendatang. Polemik ini mengingatkan kembali semua pihak pada tujuan mulia strategi pemerintah membangun SDM,” ujar Prof Hermanto.
Terakhir, Prof Hermanto juga mengingatkan seluruh pengguna media sosial agar lebih berhati-hati sebelum mengunggah sesuatu kepada publik.
“Sebelum melakukan posting, pikirkan dua-tiga kali apa dampak yang mungkin timbul,”tutupnya. (H-4)
NASI dituding sebagai biang kerok perut buncit. Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Profesor Ali Khomsan menilai anggapan tersebut lahir akibat kurangnya pemahaman soal gizi seimbang
IPB University berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
ASOSIASI Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) DKI Jakarta menggelar pelatihan intensif mengenai penanganan binatang pengganggu bagi para tenaga pengendali hama permukiman.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan program beasiswa luar negeri untuk peserta didik Jakarta menyerupai skema Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
WAKIL Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan akan memanggil Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP Sudarto dalam waktu dekat terkait viralnya alumni LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) masih menghitung besaran dana beasiswa yang akan dikembalikan oleh alumni Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas
LPDP merupakan dana publik yang bersumber dari pajak rakyat Indonesia dan dikelola sebagai dana abadi pendidikan untuk membiayai generasi penerus bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved