Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
IPB University kembali mengukuhkan tajinya di kancah internasional. Setelah sukses di bidang Pertanian dan Kehutanan, kini giliran bidang Veterinary Science (Kedokteran Hewan) yang berhasil menembus peringkat Top 100 dunia dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) by Subject 2026.
Pencapaian ini tergolong istimewa karena merupakan debut perdana kedokteran hewan IPB dalam pemeringkatan global tersebut, yang langsung melesat ke jajaran elite dunia.
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi IPB University dalam mendukung pendekatan One Health, sebuah konsep integrasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata keberhasilan investasi kampus dalam riset dan pengembangan sumber daya manusia.
"Kami bangga sekaligus semakin termotivasi untuk terus melangkah maju demi kontribusi nyata pada kesehatan dan pembangunan berkelanjutan. Kesehatan adalah salah satu ilmu yang menjadi kunci masa depan," ujar Rektor.
Ia menambahkan bahwa pengakuan global ini kian mengukuhkan posisi IPB University sebagai destinasi utama bagi siapa pun yang ingin menempuh pendidikan tinggi berkualitas dunia di bidang kedokteran hewan.
Fakultas Kedokteran Hewan IPB sendiri memiliki sejarah panjang sebagai institusi pendidikan veteriner tertua di Indonesia sejak 1910. Pada 2021, institusi ini bertransformasi menjadi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) untuk memperkuat fokus pada ilmu biomedis.
Dalam penilaiannya, QS WUR menggunakan empat indikator utama, yaitu:
Menutup keterangannya, Rektor menekankan komitmen IPB untuk terus meningkatkan relevansi riset terhadap isu global seperti ketahanan pangan dan perubahan iklim.
"IPB University berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas riset, pembelajaran, dan pengabdian masyarakat, dengan visi menjadi universitas kelas dunia yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan peradaban global," pungkasnya. (Z-1)
Kalsel sendiri merupakan salah satu provinsi dengan potensi peternakan yang begitu besar, sehingga membutuhkan kehadiran tenaga dokter hewan profesional, kompeten, dan berdaya saing.
TIM kedokteran hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu melakukan amputasi terhadap tangan kanan induk beruang madu.
Domba dan kambing umumnya lebih adaptif terhadap cekaman panas dibandingkan ruminansia lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved