Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) DKI Jakarta menggelar pelatihan intensif mengenai penanganan binatang pengganggu bagi para tenaga pengendali hama permukiman. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan standar kompetensi teknisi dalam menghadapi kemunculan satwa liar yang kian marak di lingkungan perkotaan dan gedung-gedung bertingkat.
Dalam lanskap industri pest control saat ini, cakupan kerja pengendalian hama mengalami perluasan signifikan. Pengendalian tidak lagi hanya berfokus pada serangga atau hewan pengerat konvensional seperti nyamuk, lalat, kecoa, tikus, dan rayap.
Saat ini, berbagai satwa lain seperti ular, biawak, tawon, hingga burung mulai menjadi tantangan nyata. Selain itu, hewan penular rabies (HPR) seperti musang dan kucing liar kini sering dilaporkan mengganggu kenyamanan di area rumah tinggal, perkantoran, rumah sakit, hotel, hingga kawasan industri di Jakarta dan sekitarnya.
Meningkatnya kehadiran binatang pengganggu di kawasan urban dipicu oleh perubahan fungsi lahan yang masif. Alih fungsi lahan hijau, sawah, dan bantaran sungai menjadi area permukiman atau bangunan komersial telah menggerus habitat alami satwa.
Kondisi itu memaksa satwa bermigrasi ke lingkungan manusia, yang pada akhirnya memicu potensi konflik. Keberadaan satwa tertentu membawa risiko yang tidak bisa diabaikan, mulai dari ancaman keselamatan akibat serangan hewan berbisa, masalah kebersihan dari kotoran burung, hingga risiko penularan virus rabies dari mamalia liar.
Meskipun dianggap mengganggu, Aspphami DKI Jakarta menekankan bahwa banyak dari satwa tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem yang dilindungi. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus bijak dan berimbang.
“Melalui pelatihan ini, para teknisi diharapkan memiliki keterampilan dan pemahaman yang memadai agar dapat menangani binatang pengganggu secara profesional, aman, dan tetap memperhatikan aspek perlindungan satwa,” ujar Ketua DPD Aspphami Jakarta, Tizar dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari pada 1-2 Februari 2026 di Bogor itu, menghadirkan pakar dari berbagai institusi ternama. Para narasumber berasal dari IPB University, Lembaga Serpenesia, Shelter Clow (rumah singgah kucing), hingga praktisi senior dari internal Aspphami.
Materi pelatihan disusun secara komprehensif, mencakup aspek regulasi terbaru, pemahaman biologi satwa, hingga teknik praktis penanganan ular, biawak, tawon, burung, musang, dan manajemen populasi kucing liar secara etis. Dengan pelatihan ini, Aspphami berkomitmen menciptakan standar baru dalam industri pengendalian hama yang lebih humanis dan profesional. (I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved