Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Tak Disangka, 'Musuh Bebuyutan' Kutu Busuk Ternyata Adalah Air

Thalatie K Yani
08/3/2026 08:46
Tak Disangka, 'Musuh Bebuyutan' Kutu Busuk Ternyata Adalah Air
Ilustrasi(freepik)

SELAMA ini, kutu busuk atau bed bugs dikenal sebagai parasit yang sangat sulit dibasmi. Begitu serangga penghisap darah ini masuk ke dalam kamar, mengusirnya bisa menjadi perjuangan yang melelahkan. Namun, penelitian terbaru dari University of California, Riverside (UCR) mengungkapkan satu kelemahan fatal mereka: kutu busuk ternyata takut pada air.

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Ethology ini menunjukkan kelembapan dan permukaan basah memicu reaksi menghindar yang cepat pada kutu busuk. Penemuan ini memberikan perspektif baru bagi para ilmuwan dan industri pengendalian hama dalam menangani infestasi.

Mengapa Air Begitu Menakutkan?

Ketakutan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena anatomi tubuh mereka sendiri. Kutu busuk memiliki tubuh yang sangat pipih dengan lubang pernapasan kecil yang disebut spirakel di sepanjang sisi perut mereka.

"Jika mereka bersentuhan langsung dengan genangan air, mereka akan terjebak di permukaannya, yang kemudian menyumbat saluran pernapasan mereka," kata Profesor Dong Hwan Choe, pakar entomologi di UC Riverside.

Ia menambahkan bahwa daya rekat air yang kuat sangat berbahaya bagi keselamatan mereka. "Maka tidak mengherankan jika mereka sangat menghindari kelembapan," tuturnya.

Penemuan yang Tidak Disengaja

Menariknya, rahasia ini terungkap secara tidak sengaja di laboratorium Profesor Choe. Saat itu, para peneliti sedang memberi makan kutu busuk menggunakan alat khusus berisi darah. Ketika selaput alat tersebut robek dan darah merembes ke kertas di dalam wadah, para peneliti mengira serangga itu akan senang mendekati tumpahan darah tersebut.

"Namun, apa yang saya lihat sangat berbeda. Mereka secara aktif menghindari bagian kertas yang basah oleh darah. Mereka bahkan tidak mau berjalan di dekat area yang basah itu," jelas Choe.

Setelah diuji ulang menggunakan air biasa, hasilnya tetap sama: kutu busuk tetap menjauh.

Kutu Muda Lebih Sensitif

Menggunakan kamera inframerah dan perangkat lunak pelacak gerakan, tim peneliti mengamati semua kelompok kutu busuk menunjukkan perilaku menghindar. 

Namun, kutu busuk muda (nimfa) menunjukkan reaksi yang lebih kuat. Dengan ukuran tubuh hanya sekitar 2 milimeter, risiko terjebak dalam tetesan air jauh lebih besar bagi mereka, sehingga naluri bertahan hidup memaksa mereka untuk berbalik arah lebih cepat saat mendeteksi kelembapan.

Dampak pada Pembasmian Hama

Temuan ini menjadi peringatan bagi penggunaan insektisida berbasis air. Jika semprotan tidak langsung membunuh serangga tersebut, permukaan yang basah justru bisa membuat kutu busuk melarikan diri ke area lain yang kering, sehingga memperluas penyebaran di dalam rumah.

"Jika insektisida tidak langsung membunuh kutu busuk, mereka akan meninggalkan area yang dirawat dan menyebar ke tempat lain," peringat Profesor Choe.

Meskipun mandi bisa menjadi solusi cepat untuk menghilangkan kutu busuk yang menempel di kulit, penanganan pada kasur dan ruangan tetap memerlukan strategi yang lebih matang. Dengan memahami "fobia" air ini, para ahli kini dapat merancang metode pengendalian hama yang lebih cerdas dan efektif. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya