Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA mentransformasikan kepedulian lingkungan dan inisiatif hijau menjadi gaya hidup, terus dilakukan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).
Dengan targetnya generasi muda, BLDF menggelar Kampus Literasi Digital bersama IPB di Auditorium Fakultas Ekonomi Manajemen, Kampus IPB University, Dramaga, Bogor, Selasa (17/2).
Sedikitnya 600 mahasiswa IPB yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Sekadar diketahui, IPB adalah salah satu universitas yang disebut sebagai Kampus Biodiversitas, serta memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan lewat beragam aksi inovatif.
Sejumlah narasumber dihadirkan untuk mendorong kaum muda mengambil peran dalam edukasi isu lingkungan ke lingkup pertemanan dan keluarga.
Di antaranya hadir pemimpin redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, serta musikus dan pegiat lingkungan Gede Robi Supriyanto (Robi Navicula).
Penyelenggara berharap dengan dilakukan di kampus, peserta (mahasiswa,red) yang hadir bisa meberuskan dengan menyebarkan pesan lingkungan. Tentunya juga aksi nyata yang aktif menjaga lingkungan masing-masing.
“Di tengah krisis iklim, kaum muda menjadi harapan untuk mewujudkan bumi yang lestari di masa yang akan datang,"ungkap Director Communications Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara.
Dengan tujuan itu lanjutnya, BLDF menginisiasi gerakan berbasis digital Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling). Siap Darling sendiri diinisiasi BLDF sudah sejak tahun 2018.
"Kami memperluas inisiatif ini dengan mendorong generasi muda dapat terlibat langsung dalam aksi-aksi peduli dan menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan".
Langkah ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa IPB khususnya, yang sebelumnya telah memiliki pemahaman mendalam tentang isu lingkungan, untuk tetap relevan dengan situasi terkini. Pada akhirnya, mereka dapat mengomunikasikan tantangan terkait lingkungan dengan baik ke publik dan mendorong penerapan gaya hidup berkelanjutan.
"Kami berharap civitas academika IPB dapat membuat konten-konten positif tentang lingkungan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,”ungkap Mutiara.
Apresiasi disampaikan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB Prof. drh. Deni Noviana yang mewakili Rektor IPB University Arif Satria.
Menurutnya acara Kampus Literasi Digital itu dinilai sangat baik dengan adanya banyak platfrom media sosial. Terlebih isunya adalah lingkungan.
“Sekarang media sosial menjadi medium sosialisasi yang paling cepat dan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa. Bagaimana peduli lingkungan, bagaimana kalian bisa berkontribusi kepada lingkungan sekitar melalui media digital. Media sosial bisa menjangkau dan berdampak secara internasional, tidak ada batasnya, termasuk membahas isu lingkungan," ungkap Deni.
Pada kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, lebih menyinggung mengenai pentingnya menghasilkan dan mengonsumsi konten media sosial yang baik.
“Proses membuat informasi di media arus utama ini berjenjang, ini yang tidak terjadi di media sosial, tidak ada yang mengontrol dan mengorganisasikan. Oleh karena itu, media sosial sangat tergantung pada content creator-nya, dia bisa membuat konten baik dan tidak baik," ungkapnya.
Menjadikan mahasiswa sebagai agen lingkungan dan harapan bagi mahasiswa untuk menjaga lingkungan dianggap tidak-lah berlebihan.
Seperti diungkapkan musisi sekaligus Pegiat Lingkungan Hidup Gede Robi Supriyanto (Robi Navicula). Pembicara ini menilai beragam aksi dapat ditumbuhkan oleh mahasiswa melalui berbagai cara. Salah satunya mengikuti passion atau minat.
Ia berharap, inisiatif ini konsisten dilakukan sehingga menjadi kebiasaan, dan akhirnya menerapkan gaya hidup yang berkelanjutan.
“Passion setiap orang itu berbeda, ada yang suka seni, ada yang suka penelitian, dan sebagainya. Intinya bagaimana yang kita lakukan itu dapat bermanfaat bagi sekitar kita, terutama lingkungan. Do what you love and do what you care".
"Misalnya, saya suka musik dan saya peduli lingkungan. Maka dari itu, saya membawa ajakan peduli lingkungan melalui musik yang saya kreasikan. Kita tidak berhenti pada passion kita saja, tetapi (berlanjut) ke hal yang kita pedulikan juga,” ungkap Robi.
Tidak hanya menghadirkan acara diskusi, Kampus Literasi Digital di IPB turut menampilkan hiburan berupa musik dari musisi dan konten kreator muda Idgitaf. (H-2)
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
NASI dituding sebagai biang kerok perut buncit. Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Profesor Ali Khomsan menilai anggapan tersebut lahir akibat kurangnya pemahaman soal gizi seimbang
PERNYATAAN penerima beasiswa LPDP yang mengatakan cukup dirinya jadi WNI, anaknya jangan menuai respons dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University
IPB University berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
ASOSIASI Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) DKI Jakarta menggelar pelatihan intensif mengenai penanganan binatang pengganggu bagi para tenaga pengendali hama permukiman.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved