Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
LAHAN gambut merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar, terutama jika tidak dikelola dengan baik. Periset Pusat Riset Hortikultura BRIN Fahminuddin Agus menyatakan, oleh karena itu, perhitungan emisi baik yang berasal dari dekomposisi tanah maupun kebakaran, perlu dilakukan secara akurat untuk mendukung inventarisasi nasional dan pencapaian target iklim seperti FOLU Net Sink 2030.
“Di samping itu juga pentingnya memisahkan respirasi heterotrofik dari total fluks CO₂ dalam pelaporan emisi. Hal ini agar data yang disajikan benar-benar mencerminkan kontribusi dari proses dekomposisi gambut,” jelas Fahmuddin dalam keterangan resmi, Selasa (5/8).
Salah satu temuan penting yang disampaikannya adalah hubungan yang kuat antara tinggi muka air tanah (groundwater level/GWL) dan emisi karbon. Berdasarkan kajian Deshmukh dan Hirano, perubahan GWL sebesar 1 cm dapat berdampak besar baik menurunkan maupun meningkatkan emisi hingga hampir 1 ton CO₂ per hektar per tahun.
“Simulasi menunjukkan bahwa peningkatan GWL sebesar 20 cm pada dua juta hektar lahan sawit gambut berpotensi menurunkan emisi hingga 26 juta ton CO₂ setiap tahun. Namun, efektivitas pengurangan emisi ini sangat bergantung pada desain dan kepadatan kanal,” terang dia.
Lebih lanjut, Fahmuddin menekankan pentingnya peralihan ke metodologi Tier 3 dalam pelaporan emisi gas rumah kaca. Dengan menggunakan faktor emisi berbasis data lokal termasuk kondisi tanah, kedalaman gambut, dan intervensi seperti canal blocking. Indonesia dapat menyusun laporan yang lebih akurat, kredibel, dan sesuai konteks,” bebernya.
Untuk itu, ia mendorong peningkatan jumlah publikasi ilmiah dari hasil riset dalam negeri agar faktor-faktor emisi nasional dapat diakui secara internasional melalui Emission Factor Database (EFDB) IPCC. Di samping itu juga memperkuat posisi Indonesia dalam forum perubahan iklim global.
Periset Pusat Riset Ekologi BRIN Luthfan M. Nugraha menekankan, restorasi ekosistem gambut bukan hanya soal pemulihan aspek biofisik, tetapi juga soal keberlanjutan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
“Hasil temuan lapangan kami menunjukan bahwa kita tidak bisa bicara soal perubahan iklim atau degradasi ekosistem, tanpa menyentuh kehidupan dan keberlanjutan penghidupan masyarakatnya,” ungkap Luthfan.
Ia menilai, pendekatan restorasi yang hanya berfokus pada aspek biofisik saja, tanpa melibatkan komunitas lokal, berisiko menjadi proyek yang tidak berkelanjutan. Karena itu, melalui riset di Desa Malikian, Kalimantan Barat sebagai wilayah yang dikenal kritis dan rawan kebakaran, Luthfan dan tim mengusung pendekatan community-based restoration.
“Kami tidak datang membawa solusi instan. Justru kami ingin belajar dan merancang bersama masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, riset ini dimulai dari identifikasi komoditas yang adaptif terhadap lahan gambut, pendirian sekolah lapang, hingga penyusunan modul pertanian ramah lingkungan. Semua dilakukan bersama warga, termasuk pengembangan pupuk organik cair, kompos, dan probiotik yang disesuaikan dengan karakteristik gambut setempat.
“Keberhasilan restorasi gambut tidak bisa dilepaskan dari peningkatan taraf hidup masyarakat. Tujuan kami sederhana, yaitu membangun sistem sosial-ekologis yang tahan iklim dan berbasis kemandirian lokal. Kami percaya, tidak ada restorasi gambut yang benar-benar berhasil tanpa itu,” tegasnya. (H-3)
Studi terbaru mengungkap bahwa tanaman pangan lokal seperti beras, jagung, dan singkong menyumbang deforestasi lebih besar daripada komoditas ekspor populer.
Studi terbaru mengungkap bendungan berang-berang mampu mengubah sungai menjadi penyerap karbon alami yang efektif. Solusi murah untuk atasi perubahan iklim?
Transformasi menuju praktik green mining semakin menjadi perhatian di sektor pertambangan Indonesia seiring meningkatnya tuntutan global terhadap dekarbonisasi.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Upaya mendorong sistem logistik rendah karbon dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung komitmen iklim nasional, termasuk pencapaian target FOLU Net Sink 2030.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
BRIN dan FAO perkuat kolaborasi global untuk transformasi sektor peternakan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan teknologi berbasis sains.
Kedepannya, fasilitas ini akan diperkuat dengan antena parabola berdiameter 20 meter yang mampu bekerja pada rentang frekuensi tinggi hingga 50 GHz.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Banyak proyek eksplorasi Bulan saat ini melibatkan berbagai negara.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan peluang bagi Indonesia untuk terlibat dalam kolaborasi misi observatorium astronomi di bulan.
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi keberadaan udang pisang endemik Indonesia melalui pendekatan analisis DNA molekuler.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved