Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina berkomitmen mendukung pengurangan emisi melalui program Penghijauan Bumi. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini memberikan efek ganda, selain bisa menjaga lingkungan, program itu juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Corporate Secretary PT Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur mengatakan Pertagas mendukung target Pertamina Holding dan Pemerintah untuk menurunkan emisi karbon dan NZE pada tahun 2060.
“Pertagas secara berkelanjutan terus menjalankan program TJSL untuk mendukung pengurangan emisi karbon yang menjadi komitmen kita bersama kepada internasional. Terlebih, Pemerintah telah menaikkan target pengurangan emisi menjadi 31,89 persen pada 2030,” ujar Sulthani melalui keterangan tertulis.
Perseroan juga mendukung target pengurangan emisi karbon Pertamina Holding yang membidik pengurangan emisi hingga 1,6 juta metrik ton karbon dioksida (CO2) di tahun 2025. Angka tersebut naik dari target 2024 sebesar 1,09 juta metrik ton CO2. Dukungan Pertagas diwujudkan melalui penanaman mangrove atau hutan bakau, konservasi hutan adat, penghijauan area gundul, penanaman pohon di perkotaan hingga rehabilitasi terumbu karang dan konservasi flora dan fauna.
Berbagai program tersebut dijalankan Pertagas di berbagai wilayah seperti Pangkalan Brandan (Sumatra Utara), Bengkalis, Dumai (Riau), Muara Jambi (Jambi), Banyuasin, Palembang, Prabumulih (Sumatra Selatan), Bontang (Kalimantan Timur) dan Indramayu (Jawa Barat).
Di Pangkalan Brandan misalnya, Pertagas telah menanam 2.000 mangrove yang bermanfaat dalam menjaga lingkungan pesisir pantai serta mencegah banjir di wilayah Pangkalan Brandan dan sekitarnya. Pertagas juga telah menanam 1.000 mangrove di Dumai yang memberikan manfaat menjaga ekosistem laut serta meningkatkan kualitas lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Dalam memperingati Hari Mangrove Sedunia, Pertagas menggandeng 275 siswa SMAN 1 Juntinyuat, Indramayu dan Kelompok Tani Hutan Mangrove Junti Indah Lestari melakukan penanaman 300 mangrove sekaligus bersih-bersih Pantai Rembat di Desa Juntinyuat pada (18/7).
Aksi kolaboratif ini, mendapat dukungan dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IX Jawa Barat yang menyumbang 200 bibit, Koramil Juntinyuat dengan 150 bibit dan Polres Juntinyuat yang membantu pengamanan lokasi. Selain itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Wiralodra juga ikut ambil peran aktif dalam aksi lingkungan ini.
“Mangrove atau hutan bakau memiliki fungsi istimewa yaitu sebagai penyerap emisi karbon yang lebih efektif dibandingkan dengan hutan hujan atau lahan gambut,” imbuh Sulthani.
Selain mangrove, Pertagas juga telah menanam 1.000 pohon dalam mendukung konservasi hutan adat Kesumbo Ampai di Bengkalis, Riau. Hutan adat merupakan kawasan yang dilindungi sehingga kelesatariannya harus dijaga.
“Pertagas akan terus melakukan penghijauan bumi secara berkelanjutan untuk mendukung tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 13 yakni Penanganan Perubahan Iklim sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan Masyarakat,” tandas Sulthani. (E-3)
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
PERMINTAAN global terhadap praktik produksi berkelanjutan terus meningkat. Karenanya, instalasi panel surya dipasang pada pabrik Aneka Rimba Indonusa di Gresik, Jawa Timur.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
TENAGA surya menjadi pilihan energi alternatif untuk mengurangi emisi karbon penyebab perubahan iklim. Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) salah satu pilihan terbaik.
Laporan Land Gap 2025 mengungkap banyak negara masih mengandalkan hutan dan lahan untuk memenuhi target iklim, alih-alih memangkas emisi fosil secara cepat.
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
PT Pertamina memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 dengan menggelar program penghijauan berskala besar.
Sinar Mas Land menanam 160 pohon peneduh, meliputi pohon glodogan tiang, tabebuya kuning, dan flamboyan di sepanjang satu kilometer Jalan Raya Desa Cicayur, Kabupaten Tangerang.
Citra satelit menunjukkan Bumi lebih hijau sejak 1980-an, namun studi terbaru mengungkap paradoks penghijauan global.
MEMPERINGATI HUT ke-80 RI warga Desa Buntu, Wonosobo, Jawa Tengah, merayakan dengan cara berbeda. Alih-alih hanya menggelar pesta rakyat.
Penghijauan merupakan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved