Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Gerakan Penghijauan Nasional Dimulai dari Wonosobo, GAN Tanam 40 Ribu Bibit Kopi Robusta

Putri Anisa Yuliani
16/1/2026 16:05
Gerakan Penghijauan Nasional Dimulai dari Wonosobo, GAN Tanam 40 Ribu Bibit Kopi Robusta
Ilustrasi(Dok DPP GAN)

GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dewan Pimpinan Pusat Garuda Astacita Nusantara (GAN) bersama Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) menggagas aksi penanaman puluhan ribu pohon sebagai langkah awal pemulihan lingkungan dan penguatan ekosistem hutan di Indonesia.

Tahap awal program ini ditandai dengan penanaman 40 ribu bibit kopi Robusta yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Februari 2026 di Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di lahan seluas sekitar 15 hektare yang selama ini membutuhkan pemulihan vegetasi secara berkelanjutan.

Ketua DPP GAN Muhammad Burhanuddin menegaskan, kolaborasi antara GAN dan JATUBU merupakan bentuk tanggung jawab nyata organisasi masyarakat dalam merespons krisis lingkungan yang semakin mengkhawatirkan.

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama antara organisasi masyarakat dan lembaga lingkungan untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan krisis ekologi, terutama di wilayah-wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi,” kata Muhammad Burhanuddin dalam keterangannya, Jumat (16/1)

Ia menyebutkan, kegiatan di Wonosobo bukan sekadar aksi lokal, melainkan menjadi titik awal Gerakan Penghijauan 5 Juta Bibit Pohon di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Mantep Abdul Ghoni, inisiator program sekaligus Bendahara Umum DPP GAN, menjelaskan bahwa gerakan ini secara khusus menyasar wilayah-wilayah dengan tingkat kerawanan lingkungan tinggi.

“GAN bersama Yayasan Jagat Tunas Bumi menargetkan daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan banjir, degradasi hutan, dan penurunan kualitas lingkungan sebagai sasaran utama kegiatan penghijauan,” ujar Mantep.

Menurutnya, fungsi penghijauan tidak hanya sebatas menanam pohon, tetapi juga mengembalikan peran strategis hutan bagi keberlanjutan ekosistem.

“Selain berfungsi untuk memulihkan tutupan lahan, gerakan ini juga diharapkan mampu mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem, pengatur tata air, serta paru-paru bumi yang vital bagi keberlanjutan kehidupan,” sebutnya.

Pemilihan kopi Robusta sebagai tanaman awal dinilai memiliki pendekatan ekologis sekaligus ekonomis.

“Pemilihan kopi Robusta sebagai tanaman awal juga dinilai strategis karena memiliki nilai ekologis sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat setempat,” jelas Mantep.

Ia menambahkan, gerakan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan lintas generasi.

“Tanggung jawab pelestarian alam bukan hanya milik satu generasi, melainkan amanah bersama agar generasi mendatang dapat mewarisi lingkungan yang sehat, lestari, dan produktif,” tegas sosok yang juga dikenal sebagai pengacara ibu kota tersebut.

“Dari Wonosobo, Garuda Astacita Nusantara menebarkan semangat Gerakan Penghijauan Nasional,” pungkas pria yang akrab disapa Om Boer.

Melalui semangat kolaborasi lintas organisasi dan kepedulian terhadap lingkungan, gerakan penghijauan yang dimulai dari Wonosobo ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya aksi serupa di berbagai daerah guna mencegah bencana ekologis dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik