Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Penghijauan Nasional Dimulai, 40 Ribu Bibit Ditanam

Putri Anisa Yuliani
05/2/2026 22:27
Penghijauan Nasional Dimulai, 40 Ribu Bibit Ditanam
Penanaman 40 ribu bibit pohon kopi Robusta di Wonosobo, Jawa Tengah.(Dok DPP GAN)

GERAKAN penghijauan berskala nasional secara resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dewan Pimpinan Pusat Garuda Astacita Nusantara (GAN) menggandeng Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) dalam pelaksanaan acara puncak penanaman pohon sebagai langkah awal pemulihan lingkungan sekaligus penguatan ekosistem hutan di Indonesia.

Kegiatan yang digelar di Kecamatan Watumalang ini menandai dimulainya program penanaman sebanyak 40 ribu bibit kopi Robusta di lahan seluas sekitar 15 hektare. Kawasan tersebut selama ini membutuhkan upaya rehabilitasi vegetasi yang berkelanjutan guna menjaga keseimbangan ekologi.

Agenda penanaman pohon yang berlangsung pada Kamis (5/2) tersebut merupakan bagian dari program nasional Gerakan Penghijauan 5 Juta Bibit Pohon yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.

Rangkaian acara puncak diawali dengan kegiatan seremonial dan konsolidasi sejak pukul 10.00 WIB. Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari Kepala Desa Kupangan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU), perwakilan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, unsur pemerintah provinsi maupun pusat, serta Ketua Umum Garuda Astacita Nusantara yang diwakili oleh Wakil Ketua GAN.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah pembacaan Pernyataan Komitmen Bersama Pemulihan Hulu DAS Serayu. Pernyataan tersebut menjadi simbol kesepakatan lintas pemangku kepentingan untuk menjaga dan memulihkan kawasan hulu daerah aliran sungai yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekologi Jawa Tengah. Acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan ramah tamah.

Ketua DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, menegaskan bahwa kerja sama antara GAN dan JATUBU mencerminkan peran aktif organisasi masyarakat sipil dalam merespons tantangan krisis ekologi nasional, khususnya di daerah yang rawan bencana hidrometeorologi.

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama antara organisasi masyarakat dan lembaga lingkungan untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan krisis ekologi, terutama di wilayah-wilayah yang rentan,” ujar Muhammad Burhanuddin dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan penanaman pohon di Wonosobo bukan sekadar aksi lokal, melainkan menjadi titik awal dari gerakan nasional yang menargetkan penanaman jutaan bibit pohon di berbagai daerah di Indonesia.

Di sisi lain, Mantep Abdul Ghoni selaku inisiator gerakan penanaman pohon nasional bersama GAN, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Jagat Tunas Bumi serta Bendahara Umum DPP GAN, menjelaskan bahwa program penghijauan ini secara khusus difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerawanan banjir, degradasi hutan, dan penurunan kualitas lingkungan.

“Selain memulihkan tutupan lahan, gerakan ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem, pengatur tata air, serta paru-paru bumi yang vital bagi keberlanjutan kehidupan,” jelas Mantep.

Pemilihan kopi Robusta sebagai komoditas utama dalam tahap awal penanaman dinilai strategis karena memiliki manfaat ganda. Selain berfungsi secara ekologis, tanaman ini juga memiliki potensi ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dengan pendekatan tersebut, program penghijauan ini tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi berbasis kehutanan rakyat.

Lebih dari sekadar kegiatan tanam pohon, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.

“Tanggung jawab pelestarian alam bukan hanya milik satu generasi, melainkan amanah bersama agar generasi mendatang dapat mewarisi lingkungan yang sehat, lestari, dan produktif,” tegas Muhammad Burhanuddin, yang akrab disapa Om Boer.

“Alhamdulillah, kegiatan penghijauan yang dilaksanakan hari ini dapat berlangsung dengan lancar dan sukses. Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mas Mantep Abdul Ghoni beserta seluruh jajaran Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) yang telah menggelorakan semangat menanam pohon di Wonosobo dan sekitarnya,” sebut Boer.

“Apresiasi juga saya sampaikan kepada segenap pengurus Dewan Pimpinan Pusat Garuda Astacita Nusantara (DPP GAN) yang telah terlibat aktif dan bekerja dengan penuh dedikasi dalam menyukseskan kegiatan ini,” tambah Boer.

Ia berharap ikhtiar bersama tersebut dapat menjadi amal kebaikan yang terus memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat luas.

“Selamat kembali ke Jakarta bagi seluruh rekan-rekan, teruslah berbuat baik dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia, karena dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tulus, masa depan bangsa dan kelestarian alam dapat terus kita jaga bersama,” jelas Boer.

Dari Wonosobo, Garuda Astacita Nusantara terus menebarkan semangat penghijauan nasional. Melalui kolaborasi lintas organisasi, pemerintah, dan masyarakat, gerakan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya aksi-aksi serupa di berbagai daerah guna mencegah bencana ekologis di masa depan serta memastikan bumi Indonesia tetap hijau dan berkelanjutan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik