Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Mutu dan Inklusivitas Pendidikan

Thoriq Tri Prabowo MIP PhD, Dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
11/2/2026 10:09
Mutu dan Inklusivitas Pendidikan
Thoriq Tri Prabowo.(DOK PRIBADI)

PENDIDIKAN dasar dan menengah adalah fondasi utama menyongsong pengembangan sumber daya manusia unggul Indonesia. Pendidik, peserta didik, masyakarat umum, dan pemerintah perlu memiliki nada yang seirama terkait hal ini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai representasi pemerintah telah melakukan pelbagai langkah strategis, yakni dengan mengalokasikan anggaran 2026 untuk pendidikan lebih bermutu dan inklusif.

Komitmen Pendidikan Inklusif

Untuk memastikan tidak ada pihak yang tertinggal, Kemendikdasmen berkomitmen pada pendidikan inklusif.  Kehadiran negara mewujudkan pendidikan yang merata terasa nyata melalui perluasan beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi 5.519 murid SMA/SMK. Beasiswa ini ditujukan untuk murid berasal dari daerah khusus, orang asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi. 

Lebih lanjut, untuk memfasilitasi penyelenggaran pendidikan afirmasi dan pendidikan inklusif, pembinaan dan pemberian bantuan untuk Community Learning Center (CLC) di Malaysia, dan pengembangan pendidikan jarak jauh ditargetkan pada sejumlah 771 lembaga dan 21.518 murid. Penanganan anak tidak sekolah (ATS) yang menargetkan 191.697 anak serta pemberian Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang TK bagi 19,48 juta murid adalah bukti nyata bahwa pendidikan berkualitas bukan lagi privilese, melainkan hak yang terdistribusi secara adil.

Semua program di atas diupayakan untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian memperoleh layanan pendidikan bermutu bagi warga negara usia sekolah menengah yang terkendala hambatan geografis dan ekonomi. Langkah ini patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan dan komitmen Kemendikdasmen dalam merobohkan tembok hambatan akses pendidikan bagi masyarakat.

Transformasi Mutu: Sarana, Literasi, dan Guru

Peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah perlu dilakukan secara holistik. Pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada "apa" yang dipelajari, tetapi juga "di mana" dan "bagaimana" proses itu berlangsung.
Menyikapi hal ini, Kemendikdasmen berupaya mentransformasi kualitas pendidikan, tidak saja pada revitalisasi fisik dengan membangun dan memperbaiki 11.744 satuan pendidikan menciptakan ruang belajar yang aman dan layak, namun juga dengan mengakselerasi literasi dengan menyediakan buku bacaan bermutu di 27.627 sekolah sebagai investasi jangka panjang untuk kecerdasan bangsa.

Selain itu, pelaksanaan akreditasi pada 99.235 satuan pendidikan juga dilakukan untuk memastikan standar layanan pendidikan tetap terjaga di level tertinggi.

Relevansi kompetensi dan karakter hebat yang dimiliki murid Indonesia ialah kunci menyongsong masa depan penuh tantangan. Melihat pelbagai hal yang sudah dipersiapkan, pendidikan 2026 rasanya tidak hanya akan melahirkan lulusan yang pintar secara akademis, tetapi juga tangguh secara karakter dan kompeten secara industri. Upaya link and match, yakni dengan pengembangan progam Teaching Factory di 750 SMK dan pelatihan kompetensi kerja (PKK) dan pelatihan kompetensi wirausaha (PKW) bagi 21.510 orang akan menciptakan jembatan kokoh menuju dunia kerja.

Selain itu, untuk menjamin murid Indonesia memiliki karakter dan identitas nasional yang kuat, Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang menjangkau 7.755 orang akan digalakkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan modernitas tidak menghapus akar budaya. Sejalan dengan itu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di 38 provinsi mempertegas bahwa adab dan karakter adalah fondasi utama pembangunan manusia.

Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius. Persoalan kesejahteraan dan kompetensi kerapkali menjadi hantu masa lalu yang perlu segera mendapatkan solusi. Peningkatan insentif bagi 798.905 guru non-ASN menjadi Rp400 ribu per bulan merupakan pesan kuat bahwa pemerintah hadir bagi mereka yang berada di garda terdepan.

Paralel dengan itu, penguatan kompetensi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 41.692 peserta dan pelatihan berkelanjutan (STEM, Bahasa Inggris, Kepemimpinan) bagi 119.888 guru juga diupayakan untuk memastikan pendidik kita tetap relevan dengan tuntutan zaman kiwari.

Dunia pendidikan Indonesia di 2026 bukan sekadar deretan angka, melainkan sebuah simfoni kemajuan yang inklusif dan berkualitas. Di bawah naungan Kemendikdasmen, kebijakan tidak lagi bersifat top-down, melainkan sebuah gerakan akar rumput yang menyentuh nadi setiap satuan pendidikan.

Semua program tersebut perlu diapresiasi dan mendapatkan dukungan dari segenap pihak, termasuk masyarakat umum. Turut mengawasi dan berpartisipasi sesuai kapasitasnya masing-masing merupakan ikhtiar terbaik untuk turut andil dalam mewujudkan generasi emas Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya