Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ini Dampak Modifikasi Cuaca dengan Kalsium Oksida (CaO): Analisis Lingkungan dan Kesehatan

Cahya Mulyana
26/1/2026 23:31
Ini Dampak Modifikasi Cuaca dengan Kalsium Oksida (CaO): Analisis Lingkungan dan Kesehatan
Petugas bersiap melakukan modifikasi cuaca.(Antara)

DALAM dunia meteorologi modern, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tidak lagi hanya bergantung pada Natrium Klorida (NaCl) atau garam dapur untuk memicu hujan. Memasuki tahun 2026, penggunaan Kalsium Oksida (CaO) atau yang dikenal sebagai kapur tohor, semakin intensif digunakan, terutama untuk strategi cloud busting (pemecah awan) atau mitigasi curah hujan ekstrem di wilayah padat penduduk seperti Jakarta dan penyangga ibu kota.

Berbeda dengan garam yang bersifat higroskopis (menyerap air), CaO bekerja dengan prinsip eksotermik. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif bagaimana mekanisme ini bekerja dan apa dampaknya bagi ekosistem alam serta kesehatan manusia dalam jangka panjang.

Mekanisme Kerja: Mengapa Kalsium Oksida?

Sebelum memahami dampaknya, kita harus memahami reaksi kimianya. Ketika Kalsium Oksida (CaO) ditaburkan ke dalam awan, ia bereaksi dengan uap air ($H_2O$) membentuk Kalsium Hidroksida ($Ca(OH)_2$) dan melepaskan panas dalam jumlah besar.

Rumus Reaksi:
$CaO + H_2O \rightarrow Ca(OH)_2 + \text{Panas (Kalor)}$

Pelepasan panas ini bertujuan untuk:

  • Memecah Awan (Cloud Busting): Panas yang dihasilkan menguapkan butiran air, sehingga awan gagal berkondensasi menjadi hujan lebat di lokasi target.
  • Membuka Lapisan Inversi: Dalam kasus polusi udara, panas ini dapat menembus lapisan inversi suhu yang menjebak polutan, memungkinkan asap atau smog terdispersi ke atas atmosfer.

Dampak Terhadap Alam dan Lingkungan

1. Perubahan pH Tanah dan Air (Alkalinitas)

Residu dari reaksi CaO adalah Kalsium Hidroksida, yang bersifat basa (alkali). Meskipun dalam operasi modifikasi cuaca konsentrasinya sangat tersebar (dispersi luas di atmosfer), akumulasi jangka panjang di area yang sering menjadi target penyemaian perlu diperhatikan.

  • Dampak Positif: Pada tanah gambut atau tanah yang terlalu asam, jatuhan residu ini justru bisa membantu menetralkan keasaman tanah (mirip proses pengapuran pertanian).
  • Dampak Negatif: Jika jatuh ke badan air tawar yang sensitif dalam jumlah besar, lonjakan pH mendadak dapat mengganggu biota air mikroskopis, meskipun risiko ini tergolong rendah jika dosis penyemaian sesuai standar (biasanya 800 kg - 1 ton per sorti penerbangan).

2. Pergeseran Pola Hujan (Rain Shadow Effect)

Penggunaan CaO seringkali bertujuan untuk "menjatuhkan hujan lebih awal" atau "membuyarkan awan". Dampak ekologisnya adalah redistribusi air.

  • Wilayah target (misal: Jakarta) terhindar dari banjir.
  • Wilayah penyangga atau area hulu mungkin mengalami curah hujan yang lebih tinggi dari normalnya, atau sebaliknya, mengalami kekeringan karena awan "dimatikan" sebelum waktunya. Ini dapat mengubah siklus hidrologi lokal.

Dampak Terhadap Kesehatan Manusia

1. Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Dampak langsung yang paling signifikan bagi manusia adalah keselamatan. Dengan menggunakan CaO untuk mencegah hujan ekstrem:

  • Risiko banjir bandang berkurang drastis.
  • Proses evakuasi bencana (seperti longsor) dapat berjalan lancar tanpa gangguan cuaca, seperti yang diterapkan pada operasi kemanusiaan di Jawa Barat.

2. Risiko Iritasi (Paparan Langsung)

Kapur tohor dalam bentuk murni adalah bahan iritan kuat (korosif). Namun, risiko ini terutama berlaku bagi kru darat dan personel penerbangan yang menangani bahan semai.

  • Kontak Kulit/Mata: Dapat menyebabkan luka bakar kimiawi jika tidak menggunakan APD lengkap.
  • Inhalasi: Debu CaO dapat mengiritasi saluran pernapasan.

Bagi masyarakat umum di bawah, risiko ini sangat minim karena bahan telah bereaksi menjadi $Ca(OH)_2$ dan bercampur dengan air hujan dalam konsentrasi yang sangat encer sebelum mencapai tanah.

3. Kualitas Udara

Penggunaan CaO untuk memecah polusi udara memberikan dampak kesehatan positif jangka pendek dengan mengurangi konsentrasi PM2.5 di level permukaan, sehingga menurunkan risiko penyakit pernapasan akut (ISPA) di kota-kota besar.

Tabel Perbandingan Bahan Semai: CaO vs NaCl

Berikut adalah perbandingan karakteristik antara Kalsium Oksida (Kapur Tohor) dan Natrium Klorida (Garam) dalam konteks modifikasi cuaca tahun 2026.

Parameter Kalsium Oksida (CaO) Natrium Klorida (NaCl)
Sifat Utama Eksotermik (Melepas Panas) Higroskopis (Menyerap Air)
Fungsi Utama Memecah awan / Mengurangi curah hujan / Mengurai polusi Mempercepat kondensasi / Menambah curah hujan (Hujan Buatan)
Residu Lingkungan Kalsium Hidroksida (Basa) Air Garam (Salinitas)
Risiko Korosif Korosif pada jaringan hidup (saat kering) Korosif pada logam (pesawat/bangunan)

Kesimpulan

Modifikasi cuaca dengan Kalsium Oksida (CaO) merupakan intervensi teknologi yang krusial di tahun 2026 untuk menghadapi anomali iklim. Dampaknya terhadap alam relatif dapat dikendalikan selama dosis penyemaian terukur, dengan keuntungan utama berupa mitigasi bencana banjir yang menyelamatkan nyawa dan harta benda.

Meskipun demikian, pemantauan terhadap tingkat keasaman (pH) air hujan dan tanah di wilayah target operasi harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada efek akumulatif yang merusak keseimbangan ekosistem dalam jangka panjang.

(Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya