Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Societeit de Harmonie Ajak Pendengar Kembali Bersyukur Lewat Single Syakara

Basuki Eka Purnama
23/2/2026 09:22
Societeit de Harmonie Ajak Pendengar Kembali Bersyukur Lewat Single Syakara
Band jazz Indonesia Societeit de Harmonie berkolaborasi dengan Natasya Elvira(ANTARA/HO)

BAND jazz Indonesia, Societeit de Harmonie, resmi membuka langkah mereka di 2026 dengan merilis single terbaru bertajuk Syakara. 

Lagu ini hadir sebagai karya reflektif yang mengajak pendengarnya untuk sejenak berhenti dari beban kecemasan, keluhan, dan tuntutan hidup yang kerap mendominasi keseharian.

Judul lagu ini diambil dari bahasa Arab yang berarti syukur. Pemilihan tajuk tersebut bukan tanpa alasan; Societeit de Harmonie ingin menjadikan momen perilisan ini sebagai pengingat untuk memulai tahun dengan kesadaran penuh akan hal-hal baik yang masih dimiliki, alih-alih terjebak dalam rasa kurang. 

Secara filosofis, pesan ini juga selaras dengan spirit bulan Ramadan yang turut mewarnai periode perilisan single ini.

Secara tematis, lirik Syakara menyoroti kecenderungan manusia yang sering terperangkap dalam fantasi, harapan semu, hingga penyesalan masa lalu. 

Lagu ini mengingatkan bahwa meski banyak hal di dunia berada di luar kendali manusia, setiap individu tetap memiliki kuasa untuk memilih cara merespons situasi.

Dari sisi musikalitas, Societeit de Harmonie menyajikan pendekatan yang terasa ringan namun tetap memiliki kedalaman aransemen. 

Dave Rimba, yang menggarap aransemen horns, menciptakan pola tiupan yang saling bertabrakan namun tetap harmonis. Teknik ini sengaja digunakan untuk merepresentasikan kompleksitas pikiran manusia yang sering kali kalut.

Kehadiran Natasya Elvira sebagai vokalis menjadi elemen krusial dalam lagu ini. 

Selain mengisi vokal dengan karakter vintage yang memperkuat nuansa kontemplatif, Natasya juga terlibat sejak tahap awal sebagai penulis lagu dan project manager.

Penting untuk dicatat bahwa Syakara bukanlah lagu religi dalam artian konvensional. Sebaliknya, karya ini dirancang sebagai lagu reflektif yang inklusif, cocok untuk menemani pendengar dalam berbagai rutinitas, baik saat menyetir, berjalan kaki, maupun menggunakan transportasi umum. 

Melalui nada yang cerah dan lirik yang lugas, band ini berharap pendengar dapat melepaskan keresahannya melalui nyanyian.

Perilisan ini menandai fase baru bagi Societeit de Harmonie setelah dua tahun berkarya secara konsisten. Band ini menyampaikan doa sederhana melalui karya tersebut, yakni agar pendengarnya dapat terbebas dari pikiran negatif yang membebani hari-hari. 

Mereka berharap pendengar dapat menjalani hidup dengan lebih ringan—bukan karena masalah telah hilang sepenuhnya, melainkan karena rasa syukur telah kembali menemukan tempatnya.

Syakara kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, siap menjadi pengingat bagi siapa pun yang membutuhkan jeda untuk menata kembali perspektif dalam hidup. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya