Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Luke Chiang Rilis Album Perdana Typhoon

Basuki Eka Purnama
06/2/2026 18:38
Luke Chiang Rilis Album Perdana Typhoon
Luke Chiang(MI/HO)

DUNIA musik menyambut kembali kembalinya penyanyi-penulis lagu berdarah Taiwan-Amerika, Luke Chiang. Setelah memulai comeback pada 2025, cHIANG kini resmi merilis album studio perdananya bertajuk Typhoon. Karya ini bukan sekadar koleksi lagu, melainkan sebuah monumen atas resiliensi dan determinasi Chiang setelah sempat kehilangan kemampuan bernyanyinya selama bertahun-tahun.

Refleksi dari Masa Suram

Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Chiang. Enam tahun lalu, ia didiagnosis mengalami kondisi medis vokal yang muncul tepat setelah kunjungannya ke Taiwan di musim topan. 

Meskipun badai alam tersebut bukan penyebab medis langsung, peristiwa itu menjadi simbol bagi gejolak emosional yang menyusul.

Selama periode suram tersebut, Chiang terpaksa menepi dari dunia yang ia cintai. 

Album ini menangkap proses penyembuhan fisiologis sekaligus mentalnya, menavigasi tema-tema kompleks seperti identitas, keluarga, cinta, hingga keraguan diri. Typhoon adalah wujud kejujuran Luke dalam belajar kembali menjadi seorang seniman.

Kolaborasi dan Eksplorasi R&B

Dalam album debut ini, Chiang berkolaborasi dengan sejumlah musisi berbakat. Single utamanya, me & u, menampilkan duet lembut dengan penyanyi Filipina-Norwegia, Hillari. 

Lagu ini mengeksplorasi kerentanan pasangan dalam berkomitmen di tengah rasa tidak aman, dibungkus dengan tekstur synth yang hangat dan alunan bass yang manis.

Selain Hillari, Chiang juga menggandeng nama-nama pendatang baru yang tengah naik daun seperti Albert Posis, Jesse Barrera, dan Bren Joy. 

Kehadiran mereka memperkuat karakter pop R&B kontemporer yang kini menjadi ciri khas Chiang—sebuah suara yang terasa baru namun tetap akrab di telinga pendengar setianya.

Dominasi di Asia Tenggara

Langkah Chiang menuju album perdana ini kian mulus berkat kesuksesan single pendahulu seperti terrible4u, what can i do?, dan say that!. 

Lagu-lagu tersebut tidak hanya viral di platform streaming, tetapi juga memperkenalkan Luke kepada generasi pendengar baru.

Menariknya, kekuatan audiens Chiang berpusat di Asia Tenggara. Berdasarkan data Chartmetric, Chiang kini masuk dalam peringkat 100 artis R&B progresif teratas secara global dengan lebih dari 2,5 juta pendengar bulanan di Spotify. 

Indonesia memegang peranan penting sebagai basis pendengar terbesar kedua di dunia, disusul oleh Filipina, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Singapura.

Penutup yang Personal

Kehadiran Typhoon mengukuhkan posisi Chiang sebagai musisi yang mengutamakan keaslian jati diri dan koneksi emosional. 

Setelah bertahun-tahun membangun pengikut lewat lagu-lagu awal seperti May I Ask dan Shouldn't Be, album ini menjadi bukti bahwa kesabaran telah membawanya kembali ke panggung yang tepat. 

Typhoon bukan hanya akhir dari masa penantian, melainkan babak baru yang lebih matang bagi perjalanan kariernya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya