Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIT pop asal Jakarta, Rimba, resmi merilis album debut mereka, yang bertajuk Technicolor Meeting. Kuartet yang beranggotakan Latasya Dinar (vokal), Vari Rivano (gitar), Marvin Muhammad (bass), serta Ivando Jeremy (drums), sudah lebih dahulu merilis beberapa single dan 1 EP di tahun 2020.
Beberapa tahun setelah perjalanan mereka, kini Technicolor Meeting menjadi album penuh perdana, yang merangkum beberapa single terdahulu, dan nomor orisinil baru lainnya.
Technicolor Meeting merepresentasikan intisari dari beragam cerita yang dihadirkan dalam album ini, sebuah kejujuran diri para pengkaryanya, baik itu kebisingan dalam pikiran, maupun hal-hal yang hadir dalam perasaan mereka.
Beragam varian dalam album ini juga hadir dalam cara mereka mengemas masing-masing nomor di dalamnya, tak hanya dari segi aransemen, namun juga bahasa yang disampaikan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia pada beberapa lagu.
“Sebagai grup asal Indonesia, pastinya kami masih berpikir dan membatin menggunakan bahasa Indonesia. Namun kami tumbuh dimana bahasa Inggris juga dekat dengan keseharian dan rutinitas kami. Kami merasa kedua bahasa tersebut sangat kaya dan hal itu lah yang membuat proses kreatif kami menjadi semakin bebas untuk beresonansi bukan hanya untuk penikmat lokal, melainkan juga penikmat dari negara-negara lain.” ujar Vari Rivano.
Dalam proses kreatifnya, setiap lagu hadir dengan cara bervariatif. Beberapa lagu hadir dengan melodi dan demo oleh Marvin dan Vari terlebih dahulu, namun terkadang juga berangkat dari kisah yang dibawa oleh Latasya dan Ivando.
Fleksibilitas dan alur yang sangat organik dalam sisi kreatif ini mempermudah Rimba dalam merampungkan keseluruhan isi album ini.
Ragam warna yang dipancarkan album ini juga hadir melalui nama-nama sosok yang turut terlibat di dalamnya.
Nama Bilal Indrajaya hadir sebagai pengisi vokal dalam satu nomor bertajuk Kampiun, yang sudah terlebih dahulu dirilis secara digital.
Kemudian, turut pula bergabung Refo Ramadhan, Nino Bukir, dan Michelle Limanjae sebagai pengisi instrumen serta vokal latar. Sementara untuk sampul album dan desain grafis, bagian ini dipercayakan kepada Bonita Rachel dan juga Adrian Firmansyah.
Sesuai nama dan manifestonya, album ini diharapkan dapat menjadi refleksi emosi untuk pendengar melalui Pop Belantara (bagaimana Rimba menyebut ranah musik mereka) yang spektrumnya luas, eksploratif, atmosferik, dan dinamika yang tidak selalu konvensional.
Melalui musik Pop Belantara, Rimba berekspektasi kepada pendengar Technicolor Meeting untuk dapat berproses dalam perjalanan emosi yang tak lagi buram dan abu abu.
Album pertama ini bisa jadi terasa familiar bagi sebagian pendengar, namun harapannya Technicolor Meeting juga dapat membuka ruang baru bagi pendengar pertama Rimba untuk menafsirkannya dengan caranya masing - masing se-relevan mungkin
Technicolor Meeting telah hadir serentak secara digital mulai 21 November 2025. Selanjutnya, Rimba akan menyajikannya secara live melalui showcase di Jakarta pada Desember tahun ini, sambil merencanakan konsep untuk berikutnya di kota atau negara lain. Serta, nantikan rilisan fisik berbentuk piringan hitam 12 inch, yang sedang dalam proses pengerjaan. (Z-1)
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Secara musikalitas, Ricecooker tidak membatasi diri pada satu genre tertentu. Namun, pengaruh musik era 80-an terasa sangat kental.
Album Britpop, yang dirilis pekan lalu, menjadi album ke-16 dalam karier solo Robbie Williams yang berhasil memuncaki tangga lagu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved