Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIT pop asal Jakarta, Rimba, resmi merilis album debut mereka, yang bertajuk Technicolor Meeting. Kuartet yang beranggotakan Latasya Dinar (vokal), Vari Rivano (gitar), Marvin Muhammad (bass), serta Ivando Jeremy (drums), sudah lebih dahulu merilis beberapa single dan 1 EP di tahun 2020.
Beberapa tahun setelah perjalanan mereka, kini Technicolor Meeting menjadi album penuh perdana, yang merangkum beberapa single terdahulu, dan nomor orisinil baru lainnya.
Technicolor Meeting merepresentasikan intisari dari beragam cerita yang dihadirkan dalam album ini, sebuah kejujuran diri para pengkaryanya, baik itu kebisingan dalam pikiran, maupun hal-hal yang hadir dalam perasaan mereka.
Beragam varian dalam album ini juga hadir dalam cara mereka mengemas masing-masing nomor di dalamnya, tak hanya dari segi aransemen, namun juga bahasa yang disampaikan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia pada beberapa lagu.
“Sebagai grup asal Indonesia, pastinya kami masih berpikir dan membatin menggunakan bahasa Indonesia. Namun kami tumbuh dimana bahasa Inggris juga dekat dengan keseharian dan rutinitas kami. Kami merasa kedua bahasa tersebut sangat kaya dan hal itu lah yang membuat proses kreatif kami menjadi semakin bebas untuk beresonansi bukan hanya untuk penikmat lokal, melainkan juga penikmat dari negara-negara lain.” ujar Vari Rivano.
Dalam proses kreatifnya, setiap lagu hadir dengan cara bervariatif. Beberapa lagu hadir dengan melodi dan demo oleh Marvin dan Vari terlebih dahulu, namun terkadang juga berangkat dari kisah yang dibawa oleh Latasya dan Ivando.
Fleksibilitas dan alur yang sangat organik dalam sisi kreatif ini mempermudah Rimba dalam merampungkan keseluruhan isi album ini.
Ragam warna yang dipancarkan album ini juga hadir melalui nama-nama sosok yang turut terlibat di dalamnya.
Nama Bilal Indrajaya hadir sebagai pengisi vokal dalam satu nomor bertajuk Kampiun, yang sudah terlebih dahulu dirilis secara digital.
Kemudian, turut pula bergabung Refo Ramadhan, Nino Bukir, dan Michelle Limanjae sebagai pengisi instrumen serta vokal latar. Sementara untuk sampul album dan desain grafis, bagian ini dipercayakan kepada Bonita Rachel dan juga Adrian Firmansyah.
Sesuai nama dan manifestonya, album ini diharapkan dapat menjadi refleksi emosi untuk pendengar melalui Pop Belantara (bagaimana Rimba menyebut ranah musik mereka) yang spektrumnya luas, eksploratif, atmosferik, dan dinamika yang tidak selalu konvensional.
Melalui musik Pop Belantara, Rimba berekspektasi kepada pendengar Technicolor Meeting untuk dapat berproses dalam perjalanan emosi yang tak lagi buram dan abu abu.
Album pertama ini bisa jadi terasa familiar bagi sebagian pendengar, namun harapannya Technicolor Meeting juga dapat membuka ruang baru bagi pendengar pertama Rimba untuk menafsirkannya dengan caranya masing - masing se-relevan mungkin
Technicolor Meeting telah hadir serentak secara digital mulai 21 November 2025. Selanjutnya, Rimba akan menyajikannya secara live melalui showcase di Jakarta pada Desember tahun ini, sambil merencanakan konsep untuk berikutnya di kota atau negara lain. Serta, nantikan rilisan fisik berbentuk piringan hitam 12 inch, yang sedang dalam proses pengerjaan. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Peluncuran lagu Çike Çike dari Bebe Rexha menyusul pengumuman album keempat sekaligus album visual pertama dalam katalog musik Bebe yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 mendatang.
Album Hilary Duff yang berisi 11 lagu ini diproduseri oleh sang suami, peraih penghargaan Grammy Matthew Koma, bersama dengan Brian Phillips.
Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP Left Me Lost dari Reconcile hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.
Sebagian warganet menilai judul dan lirik lagu Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) dari Gandhi Sehat mengandung unsur kritik atau sindiran terhadap institusi tertentu.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved