Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Yowha Rilis EP Selamat Menempuh Hidup Baru

Basuki Eka Purnama
14/11/2025 20:08
Yowha Rilis EP Selamat Menempuh Hidup Baru
Yowha(MI/HO)

ADA masa dalam hidup ketika kita belajar melepaskan tanpa benar-benar siap. Memaafkan tanpa tahu siapa yang harus dimaafkan. Dan bertumbuh tanpa tahu apakah kita sudah pulih. Perasaan-perasaan inilah yang menjadi napas dari mini album terbaru Yowha, Selamat Menempuh Hidup Baru.

EP ini berisi tujuh lagu, yang masing-masing menyingkap lapisan-lapisan kejujuran: dari luka, sepi, cinta, hingga akhirnya menemukan kedamaian di dalam diri sendiri. Setiap lagu berdiri dengan kisahnya sendiri, tapi semuanya saling terhubung; membentuk satu perjalanan panjang menuju keberterimaan.

Perjalanan EP ini dibuka dengan Siluman, single pertama yang memperkenalkan sisi rapuh dan gelisah dari yowha.

Lagu ini seperti refleksi dari seseorang yang sedang mencari rumah di dalam diri, namun terus merasa asing. Siluman bercerita tentang ketakutan untuk diterima apa adanya, tentang keinginan untuk dicintai tanpa harus menyembunyikan luka.

Dari sana, langkahnya berlanjut menuju Berkawan Sepi, pengakuan jujur dari hati yang sudah lama hidup berdampingan dengan kesunyian.

Lagu ini adalah potret ketakutan yang paling manusiawi: takut kehilangan, takut ditinggalkan, takut tidak pernah cukup. Tapi justru dari rasa takut itu, perlahan muncul penerimaan bahwa kesepian bukan musuh, melainkan teman yang mengajarkan keteguhan.

Setelah melalui gelombang perasaan itu, hadir Kita Selamanya, Kan?, lagu yang terasa seperti hangatnya pelukan setelah hujan panjang.

Di sini, Yowha menulis tentang cinta yang tumbuh dari kejujuran dan luka; tentang dua orang yang belajar menyembuhkan diri sambil belajar mencintai satu sama lain. Lagu ini menjadi jembatan antara rasa kehilangan dan rasa syukur karena pernah memiliki.

Kemudian, Hidup Baru datang sebagai nafas panjang sebelum akhir perjalanan.

Ia adalah doa yang tenang dan penuh harapan; tentang keberanian melangkah dari masa lalu, memaafkan diri, dan menapaki babak baru dengan hati yang lebih lapang. Lagu ini seperti pelan-pelan membuka pintu menuju bab terakhir dari EP ini, sebuah perhentian yang akhirnya terasa damai.

Dan di puncaknya, Selamat Menempuh Hidup Baru menjadi inti sekaligus simpul dari seluruh kisah.

Lagu ini adalah refleksi paling dalam dari yowha; tentang perpisahan, restu, dan keputusan untuk tidak mengulang luka yang sama. Ada rasa getir, tapi juga kelegaan. 

Di sini, Yowha menulis dari tempat yang lebih tenang: menerima bahwa tidak semua yang kita cinta harus kita miliki, dan tidak semua kehilangan berarti akhir.

Di balik kalimat sederhana "Selamat menempuh hidup yang baru”, tersimpan keberanian untuk berkata, “Aku sudah cukup.”

Benang merah dari EP ini adalah proses menjadi manusia seutuhnya.

Yowha menulis tujuh lagu ini sebagai perjalanan batin yang jujur; tentang bagaimana kita mencari makna dari kehilangan, mencoba memahami cinta, hingga akhirnya menyadari bahwa rumah yang kita cari selalu ada di dalam diri sendiri.

Setiap lagu adalah percakapan antara hati dan waktu: tentang luka yang diajak bicara, tentang masa lalu yang akhirnya dilepaskan, dan tentang diri yang perlahan kembali pulang.

Secara musikal, Selamat Menempuh Hidup Baru menghadirkan nuansa yang intim dan sinematik. Aransemen lembut, dominasi instrumen akustik, serta vokal Yowha yang rapuh namun tulus, menjadikan setiap lagu terasa personal seolah ia sedang bercerita langsung pada pendengarnya, tanpa jarak.

EP Selamat Menempuh Hidup Baru menjadi perayaan kolaborasi yang hangat bagi Yowha. Ia kembali bertemu Will Mara dalam Siluman dan Berkawan Sepi, serta melanjutkan perjalanan musiknya bersama David Halim lewat lima lagu yang menyusun inti cerita EP ini: Selamat, Selamat, Selamat!, Selamat Menempuh Hidup Baru, Perkenalkan Aku, Kita Selamanya, Kan?, dan Hidup Baru.

Di balik proses kreatifnya, hadir pula sentuhan Zulqi Lael Ramadhana dan Nadin Amizah yang turut menulis Berkawan Sepi, serta kontribusi Will Mara pada Siluman. 

Zulqi juga terlibat dalam Perkenalkan Aku dan Kita Selamanya, Kan?, sementara komposisi musik diperkaya oleh David Halim, Ariel Divina Timadius, dan Zulqi Lael Ramadhana menjadikan EP ini ruang bertemunya banyak tangan dan hati. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya