Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Cakra Khan memilih untuk tetap berpegang pada esensi bermusik yang autentik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan maraknya penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dalam dunia musik.
Cakra menilai, meski AI bisa membantu dalam banyak hal, musik sejatinya lahir dari koneksi emosional antara pencipta dan karya.
"Bukan saya enggak suka dengan AI, tapi esensi musik itu berbeda. Sebuah lagu itu memiliki koneksi dengan penciptanya, dan 'rasa' itu enggak bisa digantikan oleh robot," ujar penyanyi bersuara khas tersebut, dikutip Kamis (30/10).
Baginya, pembuatan lagu bukan sekadar menyusun lirik dan melodi, melainkan proses personal yang penuh perasaan. Hingga, saat ini, ia pun belum ingin menggunakan bantuan AI dalam proses pembuatan lagunya, baik lirik hingga melodi.
"Sebenarnya ini tergantung masing-masing orang, namun kalau saya masih menulis (lirik) di buku, main piano, dan bikin lagu dengan cara konvensional. Karena di situ saya bisa merasa terkoneksi dengan lagu yang saya ciptakan," ungkap Cakra.
Meski demikian, Cakra tidak menutup mata terhadap teknologi. Ia menilai AI bisa dimanfaatkan untuk hal-hal lain seperti pengeditan foto, namun bukan untuk menggantikan proses kreatif bermusik.
"Kalau AI mungkin saya pakainya buat edit foto sama idola aja, yang lagi tren. Tapi kalau musik, saya pakai perasaan," kata dia.
Lebih lanjut, pelantun Tak Sejalan itu juga menyinggung soal fenomena musik yang lebih mudah viral di platform media sosial TikTok. Cakra melihat hal itu secara positif. Ia menilai platform tersebut mampu memacu kreativitas musisi dan masyarakat.
"Yang penting, kita harus tetap pertahankan dan dijaga itu originalitas, apalagi sekarang dengan dunia AI dan semacamnya," tegas
Cakra.
Meski TikTok kini menjadi media promosi efektif, Cakra mengaku tetap mengutamakan proses dan nilai karya.
Dengan pandangannya yang idealis, Cakra menunjukkan bahwa di tengah era digital, kejujuran dan perasaan masih menjadi jiwa dari sebuah karya musik. (Ant/Z-1)
Sony menghadirkan LinkBuds Clip dengan desain terbuka dan WF-1000XM6 dengan peredam kebisingan canggih. Dua earbud untuk pengalaman audio berbeda.
Onadio Leonardo mengungkapkan bahwa proses kreatif lagu terbaru Killing Me Inside Re:union lahir dari ruang sempit masa-masa sulitnya.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan,
Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak sebagai input data AI dinilai sangat rentan terhadap tindak kejahatan digital.
Fitur-fitur baru itu mentransformasi aplikasi ngaji.ai menjadi asisten ibadah harian yang komprehensif guna membantu pengguna tetap konsisten di tengah kesibukan.
TECNO MEGAPAD SE sudah dapat dibeli mulai 9 Februari 2026 di berbagai platform e-commerce resmi TECNO Indonesia dengan harga mulai dari Rp2.399.000.
Momentum Ramadan merupakan periode paling krusial bagi industri aplikasi gaya hidup Muslim.
KECERDASAN buatan (AI) kini melampaui sekadar asisten digital atau pengolah teks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved