Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI soul yang tengah naik daun, Jalen Ngonda, resmi mengumumkan album keduanya yang bertajuk Doctrine of Love. Album yang dijadwalkan meluncur pada 5 Juni 2026 di bawah bendera Daptone Records ini menjadi salah satu karya yang paling dinantikan oleh para penggemar musik soul klasik.
Sebagai perkenalan, Jalen telah merilis lagu utama (title track) berjudul sama, Doctrine of Love.
Lagu ini hadir dengan nuansa emosional yang kuat, dibangun di atas ritme yang energetik, harmoni vokal latar yang saling bersahutan, serta irama gospel yang syahdu. Kombinasi ini diprediksi akan menjadikan lagu tersebut sebagai nomor klasik baru di lantai dansa.
Dalam proses kreatifnya, Jalen mengungkapkan bahwa inspirasi utama lagu ini lahir dari kegemarannya mendengarkan karya-karya James Brown.
Namun, ia juga berbagi cerita unik sekaligus jujur mengenai pemilihan judul yang sempat membuatnya bimbang secara linguistik.
"Doctrine of Love ditulis ketika aku sudah tidak sabar untuk keluar dari studio. Di saat itu aku sedang banyak mendengarkan lagu James Brown yang pada akhirnya jadi inspirasi terbesarku," ungkap Jalen.
Ia menambahkan, "Jujur, sebetulnya kata doctrine sangat asing bagiku. Aku kira maknanya serupa dengan sertifikat, karena awalnya yang ku ingin katakan adalah 'sertifikat untuk mencinta'. Mungkin kata yang aku maksud adalah doctorate, tapi pada akhirnya yang kutulis adalah Doctrine of Love. Sekarang ku kembalikan ke pendengar untuk memaknai sebagaimana mereka rasa pantas."
Eksplorasi Soul dan Penghormatan Era Klasik
Album Doctrine of Love menandai babak baru dalam perjalanan karier Jalen, mengikuti kesuksesan album debutnya, Come Around and Love Me (2023).
Karya terbaru ini merupakan hasil dari dua sesi penulisan intensif di Brooklyn, New York, dan Riverside, California. Dalam penggarapannya, Jalen kembali berkolaborasi dengan produser Vince Chiarito dan Michael Buckley, tim yang telah mendukungnya sejak awal karier.
Karakter musik Jalen sangat dipengaruhi oleh koleksi piringan hitam era 1960-an dari label legendaris seperti Stax dan Motown. Kecintaannya pada era tersebut begitu mendalam, bahkan ia mengaku memiliki batasan personal dalam mendengarkan musik.
"Aku tidak mendengarkan lagu yang dirilis setelah tahun 1972. Bukan bermaksud berlebihan, tapi setiap hari aku berharap bisa terbangun di tahun 1964, di Detroit, merekam musik bersama The Funk Brothers," tuturnya.
Meski kental dengan pengaruh masa lalu, Jalen tetap mampu menunjukkan identitas personalnya melalui aransemen strings, dentuman drum yang dinamis, serta teknik vokal falsetto yang menjadi ciri khasnya. Selain soul, ia juga menyerap inspirasi dari genre rock dan folk untuk memberikan dimensi lebih pada album terbarunya.
Menyambut peluncuran album pada Juni mendatang, Jalen Ngonda dijadwalkan akan menjalani rangkaian tur internasional sepanjang tahun 2026. Dengan penampilan khas bertema tahun 1950-an, ia akan menyapa ribuan penonton di Australia, Inggris, hingga daratan Eropa. (Z-1)
Dalam debutnya, EL CAPITXN berkolaborasi dengan dua nama besar: Taehyun dari TOMORROW X TOGETHER dan musisi asal Amerika Serikat, Jeremy Zucker.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, Aruma mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan.
Direkam dalam rentang waktu 2023 hingga 2025, album More Time milik Elephant Kind lahir dari perpaduan energi antara hiruk-pikuk Jakarta dan kesunyian introspektif London.
PIKOTARO berhasil mengemas proses belajar ke kamar mandi menjadi sebuah perayaan musik yang penuh warna.
Brilyan Pratama mengungkapkan bahwa lagu dari WUSS ini merupakan akumulasi dari perasaan campur aduk yang dialami para personel WUSS dalam tiga tahun terakhir.
Dalam debutnya, EL CAPITXN berkolaborasi dengan dua nama besar: Taehyun dari TOMORROW X TOGETHER dan musisi asal Amerika Serikat, Jeremy Zucker.
Melalui Ms. I Thrift Everything, Hongjoin membawa pendengar kembali ke era musik Y2K yang hangat.
PIKOTARO berhasil mengemas proses belajar ke kamar mandi menjadi sebuah perayaan musik yang penuh warna.
Brilyan Pratama mengungkapkan bahwa lagu dari WUSS ini merupakan akumulasi dari perasaan campur aduk yang dialami para personel WUSS dalam tiga tahun terakhir.
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Lakuna, band yang aktif sejak 2021, menyuguhkan perpaduan musik pop alternatif dan folk dengan balutan distorsi halus serta melodi yang emosional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved