Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
ORKES Bada Isya, grup balada yang dikenal dengan lirik-lirik puitisnya, kembali menghadirkan gebrakan baru dalam dunia musik.
Terinspirasi dari Bada Isya—waktu reflektif setelah salat Isya—grup ini terus mengeksplorasi seni lintas disiplin, dan meyakini bahwa musik, sastra, tari, teater, dan seni visual dapat saling memperkaya dalam sebuah ekosistem yang terhubung.
Kali ini, Orkes Bada Isya merilis Album Live Session, yang menampilkan enam lagu mereka dengan format aransemen baru.
Album ini merupakan bentuk eksplorasi dan eksperimen musikal dalam format pertunjukan yang lebih kuat dan dinamis.
Keenam lagu dalam album ini adalah Alamat, Mantra Pengusir Hantu, Fragmen Tanjung Karang, Alexander, Suaka Luka, dan Lelaku. Berbagai penyesuaian instrumen dilakukan untuk menciptakan atmosfer pertunjukan yang lebih solid dan memberikan pengalaman mendalam bagi pendengar.
Orkes Bada Isya kini hadir dengan formasi terbaru, yang terdiri dari:
Dengan komposisi terbaru ini, Orkes Bada Isya menghadirkan konsep musik pertunjukan yang lebih segar dan enerjik, memperkaya warna musik mereka dengan nuansa yang lebih dinamis dan penuh eksplorasi.
Album Live Session ini direkam secara langsung di Dazzler Coffee, sebuah kafe berkonsep vintage ala tahun 90-an.
Kafe ini dipenuhi dengan barang-barang nostalgia seperti radio, televisi tua, pemutar kaset, Walkman, kamera analog, buku-buku antik, serta koleksi CD dan pita kaset dari musisi legendaris.
Keunikan tempat ini semakin memperkaya pengalaman mendengar bagi para penikmat musik Orkes Bada Isya.
Dari keenam lagu dalam album ini, Alexander menjadi salah satu sorotan utama. Lagu ini mengisahkan perjalanan batin seseorang yang dipenuhi pertanyaan eksistensial tentang kehidupan, kesunyian, dan harapan.
Dalam eksplorasi terbarunya, Alexander dihadirkan dalam versi yang lebih energik, mengajak pendengar untuk merayakan semarak kehidupan.
Alexander menggambarkan dinamika realitas hidup—jatuh, bangkit, merasa terpuruk, hingga mengalami kebahagiaan yang tak abadi. Dengan pesan yang begitu relevan di tengah ketidakpastian dunia saat ini, lagu ini menjadi pengingat bahwa kehidupan selalu bergerak maju. Setiap tantangan bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju makna yang lebih dalam.
Selain itu, Alexander juga menjadi simbol harapan bagi Orkes Bada Isya untuk terus menghasilkan karya-karya terbaik.
Dengan semangat eksplorasi dan inovasi yang tiada henti, mereka berupaya menghadirkan musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah perasaan dan memberikan makna mendalam bagi para pendengar.
Album Live Session ini akan resmi dirilis di berbagai Digital Streaming Platforms (DSP) pada 21 Februari 2025.
Sementara itu, video live performance dari album ini dapat dinikmati di kanal YouTube Orkes Bada Isya dan Sintesa Pro mulai 14 Februari 2025.
Orkes Bada Isya mengajak seluruh penikmat musik untuk merasakan perbedaan antara versi live dan versi original lagu-lagu mereka.
Dengan semangat eksplorasi yang terus menyala, mereka berkomitmen untuk menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati dan memberikan makna mendalam bagi setiap pendengar. (Z-1)
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Dalam EP ini, PREP merangkum nuansa jazz dekade 1970-an, musik rock dan soul ala West Coast Amerika Serikat, serta teknik produksi khas era 80-an.
Ajang penghargaan musik internasional terbesar di Jepang, Music Awards Japan (MAJ) 2026, siap digelar untuk tahun kedua pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film Na Willa, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
Lakuna, band yang aktif sejak 2021, menyuguhkan perpaduan musik pop alternatif dan folk dengan balutan distorsi halus serta melodi yang emosional.
Vionita Sihombing kini tengah menjalani fase pendewasaan karier yang lebih personal, beralih dari sekadar penyanyi teknis menjadi seorang pendongeng.
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Dalam EP ini, PREP merangkum nuansa jazz dekade 1970-an, musik rock dan soul ala West Coast Amerika Serikat, serta teknik produksi khas era 80-an.
Penyanyi cilik Chelsea Felicia kembali meramaikan industri musik anak Tanah Air dengan meluncurkan album kedua bertajuk My Precious Moments.
Secara filosofis, RANGR merupakan evolusi dari identitas sebelumnya yang bernama Ranger.
Proses penggarapan Nothing Blooms at Midnight terbilang unik karena adanya pergeseran peran di balik layar Lucien Sunmoon.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved