Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND pop soul asal Inggris Raya, PREP, resmi merilis mini album (EP) terbaru mereka bertajuk One Day In The Sun pada Jumat (20/3) lalu di bawah naungan label Bright Antenna Records.
Karya terbaru ini menghadirkan semesta pop retro-futuristik yang memadukan berbagai era dan genre musik ke dalam satu kemasan yang segar.
Dalam EP ini, PREP merangkum nuansa jazz dekade 1970-an, musik rock dan soul ala West Coast Amerika Serikat, serta teknik produksi khas era 80-an.
Sentuhan city pop Jepang yang dibalut dengan sensibilitas kontemporer khas London membuat One Day In The Sun menjadi jembatan nostalgia bagi para pendengarnya.
EP ini terdiri dari empat lagu, termasuk single utama Do What You Gotta yang merupakan kolaborasi perdana mereka dengan band asal Taipei, Sunset Rollercoaster.
Sementara itu, lagu utama One Day In The Sun menonjolkan permainan saksofon yang kuat dengan irama yang mengajak pendengar berdansa.
Vokalis PREP, Tom Havelock, menjelaskan bahwa lagu tersebut membawa pesan optimisme.
"Lagu ini bercerita tentang kita yang berharap dapat memperbaiki situasi seseorang, dan berharap mereka dapat percaya akan ucapan di chorus lagu ini 'one day in the sun could make it alright'," ujar Tom.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun inspirasi mereka berakar dari generasi terdahulu, PREP selalu berusaha memberikan elemen kejutan.
"Kami sadar bahwa cara kami membangun sebuah lagu dan melodi yang kami pakai mengambil inspirasi dari generasi-generasi terdahulu. Namun kami selalu ingin membuat musik kami terdengar fresh dan memberikan elemen kejutan bagi kami dan semua yang mendengarkannya," tambahnya.
Perilisan EP ini menjadi catatan penting dalam perjalanan karier PREP, mengingat pesatnya pertumbuhan pendengar mereka di Asia Tenggara.
Saat ini, Indonesia menempati posisi pertama dalam daftar Top Global Audience PREP, dengan Jakarta berada di posisi kedua sebagai kota dengan pendengar terbanyak secara global.
Popularitas ini dibuktikan dengan catatan performa mereka di Jakarta, mulai dari penampilan di Hard Rock Cafe (2018), Joyland Festival (2022), hingga konser di Tennis Indoor Senayan pada 2024 lalu.
Secara global, PREP telah mengumpulkan lebih dari 380 juta stream dan masuk dalam jajaran 25 besar artis pop soul dunia versi Chartmetric.
Melalui karya ini, Tom Havelock merefleksikan identitas musik mereka yang unik.
"Aku rasa saat kami baru memulai proyek PREP ini, kami membuat musik yang terdengar sangat Amerika Serikat. Namun aku kemudian sadar bahwa kami adalah sebuah band yang membuat musik *groove-based* yang *smooth* dengan melankolia ala Inggris," pungkasnya. (Z-1)
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Ajang penghargaan musik internasional terbesar di Jepang, Music Awards Japan (MAJ) 2026, siap digelar untuk tahun kedua pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film Na Willa, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
Lakuna, band yang aktif sejak 2021, menyuguhkan perpaduan musik pop alternatif dan folk dengan balutan distorsi halus serta melodi yang emosional.
Vionita Sihombing kini tengah menjalani fase pendewasaan karier yang lebih personal, beralih dari sekadar penyanyi teknis menjadi seorang pendongeng.
Album Sunshine akan menjadi karya terbaru Jungle setelah kesuksesan masif album Volcano pada 2023.
Penyanyi cilik Chelsea Felicia kembali meramaikan industri musik anak Tanah Air dengan meluncurkan album kedua bertajuk My Precious Moments.
Secara filosofis, RANGR merupakan evolusi dari identitas sebelumnya yang bernama Ranger.
Proses penggarapan Nothing Blooms at Midnight terbilang unik karena adanya pergeseran peran di balik layar Lucien Sunmoon.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved