Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BAND asal London, Inggris, PREP, merilis album terbaru mereka The Programme lewat Bright Antenna Records.
Digarap bersama produser asal Prancis, Renaud Letang, yang juga membantu rilisan dari Feist, L'impératrice, dan Benny Sings, di album ini, PREP mempertajam ciri khas musik yang selama ini mereka bawakan.
Pada album ini, PREP menghadirkan banyak elemen musik disco era 70-an.
Baca juga : Fabio Asher Rilis Album Everlast
The Programme adalah album yang menampilkan sisi PREP yang bisa dibilang paling percaya diri.
"Ddi album ini, kami menampilkan banyak sisi kegemerlapan melalui elemen-elemen kecil yang berani dan juga memilih beberapa sound yang terdengar megah, sampai di mana beberapa ada yang terasa sangat antemik—Semua ini merupakan hasil dari pengalaman kami pergi tu dan berbermain langsung di tempat-tempat ikonik di seluruh dunia. Lagu-lagu pada album ini juga bercerita bagaimana kita mencari dan menemukan sebuah koneksi atau hubungan dengan orang-orang dari awal bertemu sampai momen perpisahan," jelas band ini.
"Secara musik, kami juga banyak membawa lagu-lagu terbaru kami ke tempat yang lebih besar. Secara pendekatan menulis lagu, kami memilih untuk lebih introspektif. Kami juga membuka diri untuk lebih banyak berkolaborasi dengan orang lain dibandingkan pada lagu-lagu sebelumnya - di Eropa, Amerika Serikat, dan juga Asia. Tetapi di waktu yang bersamaan, lebih dari apapun yang pernah kami lakukan, album ini terdengar seperti kami berempat sedang bermain bersama di dalam satu ruangan," lanjut PREP.
Baca juga : The Cottons Rilis Album Mini Harapan
Pada single utama, Close As We Get (feat Vicky Farewell), PREP berbagi, "Ketika kami berada di studio dengan Vicky Farewell, hal pertama yang ia mainkan adalah sebuah alunan piano yang indah—mengalir seperti lagu balada tahun 90-an. Begitu lah awal mula dari lagu ini"
"Inti dari lagu ini adalah momen di mana kita telah memiliki sebuah pemikiran tentang seseorang yang kita sukai, dan bagaimana kita terlintas akan kehidupan lain yang mungkin mereka bayangkan untuk diri mereka sendiri. Meski rasanya kita Ingin sekali tahu apa yang ada di pikirannya, namun di satu sisi ada rasa ketakutan untuk bertanya karena takut merusak situasi yang sedang berjalan dengan baik."
Para anggota PREP—Vokalis sekaligus penulis lirik dalam band ini, Tom Havelock, pemain keyboard Llywelyn ap Myrddin, drummer Guillaume Jambel, dan produser sekaligus gitaris Dan Radclyffe—mulai menulis The Programme di London pada 2023.
Baca juga : Enchante, Album Pertama Tim Atlas
Meskipun grup ini awalnya memulai dengan niat mengeksplorasi genre R&B dan soft rock Amerika tahun 70-an dan 80-an melalui pendekatan musik kontemporer, dalam tahun-tahun berikutnya, PREP mengasah suara yang tidak salah lagi milik mereka.
Pembentukan gaya unik ini memungkinkan mereka untuk membawakan ulang lagu hit Harry Styles, As It Was, dan membuatnya terdengar seperti lagu milik PREP.
Kini, cover tersebut telah meraup lebih dari puluhan juta kali plays dan komentar positif di kanal YouTube mereka.
Baca juga : Maliq & D'Essentials Rilis Album Can Machines Fall In Love?
Beberapa orang juga mengatakan "Cover ini membuat lagu original dari Harry terdengar seperti cover". Sekarang, mereka memutuskan, inilah waktunya untuk keluar dari zona nyaman yang telah mereka bangun.
Hasil kolaborasi band ini dengan Renaud membuahkan album yang terdengar abadi dengan sentuhan rasa kosmopolitan. Menghadirkan banyak musisi seperti —Eddie Chacon, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Thailand Phum Viphurit, penyanyi-penulis lagu asal LA Vicky Farewell, dan pemain keyboard asal Montreal Anomalie— semua kolaborasi di album ini berhasil membawa inspirasi baru dan membantu PREP memproduksi nuansa baru untuk musiknya.
Meskipun baru memasuki album kedua dalam karier bermusik mereka, 'sementara ini The Programme' terasa seperti album yang memberikan gambaran puncak dari proyek musik dari PREP.
Padahal niat awal proyek ini merupakan sebuah eksperimen iseng. Namun seiring waktu, proyek musik ini berkembang secara cepat dan menjadi sebuah fenomena yang ramai dibicarakan di seluruh dunia.
Kini, evolusi musik mereka terlihat semakin jelas —melalui salah satu lagu yang ada di album terbarunya yang berjudul Last Plane Out, musik yang dibawakan PREP sekarang bisa disandingkan dengan lagu skala stadion ala Phil Collins. Tidak disangka bahwa lagu seperti ini bisa dikeluarkan dari grup musik ini.
Dengan album terbarunya, sekarang PREP siap naik ke tingkat selanjutnya dalam karir bermusiknya di skala global.
PREP juga baru saja menyelesaikan tur Asia 2024 mereka, Mei lalu .Mereka sukses menggelar pertunjukan di kota-kota wilayah Asia seperti Bangkok, Taipei, Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, dan Manila.
Di tahun sebelumnya, mereka juga menjalani tur Asia dengan tampil di VERY Festival di Thailand sebelum menuju ke Tiongkok untuk serangkaian pertunjukan utama, lalu mengakhiri perjalanan tersebut dengan tampil Clockenflap di Hong Kong.
Saat ini, PREP telah memiliki lebih dari 570 ribu monthly listeners dari Asia Tenggara, dan waktu yang mereka habiskan di Asia menjadi momen penting bagi PREP untuk terus mengembangkan sound mereka. (Z-1)
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Secara musikalitas, Ricecooker tidak membatasi diri pada satu genre tertentu. Namun, pengaruh musik era 80-an terasa sangat kental.
Album Britpop, yang dirilis pekan lalu, menjadi album ke-16 dalam karier solo Robbie Williams yang berhasil memuncaki tangga lagu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved