Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu asal Singapura, Shye, menutup 2024 lewat single The Sun Will Cry.
Shye mengajak para pendengarnya untuk menyelami sejumlah topik, di antaranya cinta, kesabaran, dan perjalanan menemukan diri sendiri.
Semuanya ia kemas dalam alunan musik bernuansa dreamy dengan lirik-lirik yang mengekspos perasaan terdalamnya.
Ditulis dari sudut pandang seseorang yang menemukan cinta secara tiba-tiba, The Sun Will Cry menceritakan tentang satu orang yang dapat mengubah cara kita menghadapi kisah romansa.
Tentang lagu barunya, Shye mengatakan, "Lagu ini bercerita tentang waktu yang tepat dan untuk tetap bersabar, terdengar di lirik 'It may not be our time now but it will someday'."
Bagi Shye, lagu ini menjadi medium yang memberikan harapan dan pencerahan dalam momen-momen reflektif kita.
"Lagu ini adalah pengingat bagiku bahwa aku akan bersabar demi menemukan diriku kembali," ujarnya.
Shye menumpahkan semua perasaannya di The Sun Will Cry, yang sarat dengan semangat eksperimentasi. Terdengar permainan pattern drum four-on-the-floor sepanjang lagu yang membawa beba emosi yang The Sun Will Cry bawa.
"Aku telah merekam sejumlah rekaman demo dengan kord gitar yang sama, namun hasil akhirnya yang adalah lagu ini terasa berbeda dan semuanya terdengar cocok," ujar Shye.
Alunan vokal Shye terdengar mendayu-dayu di atas permainan drum yang membahana dan beat uptempo seraya ia bernyanyi dengan bebas.
"Aku ingin menghilangkan semua kekhawatiran dan fokus terhadap apa yang aku suka. Lagu ini mewakili arah musik yang ingin aku tuju selanjutnya,"
Dengan produksi musik yang kompleks dan kaya, The Sun Will Cry juga memancarkan harapan bagi semua pendengarnya yang sedang melewati suka duka kehidupan ini termasuk momen pendewasaan dan saat sedang menghadapi cinta yang hadir secara tiba-tiba.
"Aku harap para pendengarku dapat merasa terhubung dengan lirik-lirik dan lagu ini secara keseluruhan. Lagu ini memberikan harapan lewat melodi dan energi yang ia bawa," tutup Shye. (Z-1)
Berbeda dari karya Shye sebelumnya, Signs menampilkan nuansa indie-rock yang lebih kuat, dihiasi permainan gitar yang khas dan lapisan vokal yang halus.
Too Late dari Shye menceritakan tentang suara kecil dari rasa sakit kita saat rasa kasih tak sampai ke orang yang dituju.
Bernuansa dream-pop dan shoegaze, Shed dari Shye membahas tentang kesedihan masa lalu yang tidak bisa kita ubah.
Bernuansa atmosferik yang menghantui, single All At Once dari Shye membahas rasa hancur sunyi yang hadir akibat patah hati.
Melalui Waited for you, Shye menggambarkan sebuah momen perasaan rapuh saat kita mempertanyakan apakah sebuah hubungan masih layak untuk diperjuangkan?
Lewat Cecilia, Shye ingin menjelajahi ruang-ruang musik berbeda yang belum pernah ia masuki.
Star Flower dari Chilli Beans mencoba menerjemahkan berbagai manifestasi "cahaya" yang menjadi inti cerita anime Love Through a Prism.
Lewat single terbaru berjudul Cinta tapi Terluka, The Chasmala, mengangkat realitas hubungan percintaan yang penuh luka, dipendam terlalu lama.
Melalui lagu Salam Sehat, ArumtaLa konsisten membawa ciri khas mereka: memadukan tema kehidupan sehari-hari yang dewasa namun jenaka, serta menyampaikannya secara apa adanya.
Kali ini, Judika keluar dari zona nyaman dengan mengeksplorasi nuansa musik Folk lewat single Terpikat Pada Cinta.
Cinta Tapi Terluka dari The Chasmala menggambarkan konflik batin dua insan yang masih saling mencintai, namun terjebak dalam lingkaran luka dan kekecewaan.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved