Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG indie-pop asal Singapura, Shye, menutup tahun ini dengan merilis single yang bernuansa dreamy, Signs.
Lagu yang dirilis di tengah musim liburan ini menjadi ajakan refleksi mendalam, merangkum perasaan campur aduk seperti kehilangan, rindu, dan harapan di penghujung tahun.
Berbeda dari karya Shye sebelumnya, Signs menampilkan nuansa indie-rock yang lebih kuat, dihiasi permainan gitar yang khas dan lapisan vokal yang halus.
Lagu ini mengeksplorasi tema universal tentang bagaimana menghadapi duka dan mencari koneksi setelah kehilangan, baik itu setelah kematian seseorang yang dicintai maupun berakhirnya sebuah hubungan.
Dalam keterangannya, Shye menjelaskan makna inti dari karyanya ini. "Lagu ini adalah pengingat tentang singkatnya hidup dan bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi, jadi kita harus menghargai orang-orang di kehidupan kita selama kita masih dapat melakukannya."
"Lagu ini pengingat untuk kita belajar move on dan mencari rasa damai kita, meski kita sedang berkabung," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa inti dari lagu ini adalah kerinduan, kepasrahan, dan harapan bahwa semua kenangan indah dan cinta yang pernah dialami dapat menjadi penuntun untuk melangkah maju.
Signs tidak hanya menjadi penanda akhir tahun bagi Shye, tetapi juga titik balik penting dalam identitas bermusiknya. Shye menyebut lagu ini sebagai penanda babak baru, tempat ia mulai mengenali arah musikalnya, serta makna untuk membawa elemen nostalgia dan kelahiran kembali secara bersamaan.
"Lagu ini menjadi lagu terakhir di tahun ini dan pas sekali menurutku. Lagu ini menjadi penanda babak baru, lagu yang menjadi caraku untuk mengenali diriku, ke mana arah musikku, dan makna untuk membawa elemen nostalgia dan kelahiran kembali di saat yang bersamaan,"
Selama setahun terakhir, Shye aktif bereksperimen dengan berbagai genre, salah satunya dengan menelusuri kembali sisi keturunan Inggrisnya yang belum pernah ia jelajahi saat tumbuh di Singapura. Eksplorasi ini membawanya menyelami dunia dream-pop ala 90-an, Britpop, dan neo-psychedelia.
Signs secara spesifik mengambil inspirasi dari ruang suara band-band legendaris seperti The Stone Roses dan Suede, serta lagu-lagu tematik tentang kerinduan dari The Verve dan Oasis.
Hasilnya adalah komposisi yang memadukan distorsi hangat, vokal yang dreamy, dan ritme konsisten, dengan nuansa yang mentah dan intim.
Melalui single ini, Shye berharap dapat menawarkan sebuah karya musik yang personal dan eksperimental, berakar pada penemuan diri dan eksplorasi kreatif. Ia ingin para pendengarnya dapat merasa dipahami dalam pengalaman mereka tentang kehilangan atau pencarian makna, dan menjadikan Signs sebagai teman dalam proses pemulihan.
"Jika Signs dapat membantu orang lain untuk pulih sambil memungkinkan aku bertumbuh ke arah baru ini, maka lagu tersebut telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan," tutupnya.
Signs sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming musik. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved