Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG pop indie Singapura, Shye, kembali lewat single baru berjudul All At Once. Bernuansa atmosferik yang menghantui, All At Once membahas rasa hancur sunyi yang hadir akibat patah hati.
Cerita yang diangkat di lagu ini melanjutkan narasi di single sebelumnya, Waited For You. Namun, kali ini, para pendengarnya diberikan jalan cerita yang lebih dalam, dibalut dengan nuansa pengharapan yang akhirnya berubah menjadi penerimaan pahit.
Jika Waited For You membahas kesedihan saat kita menunggu seseorang yang tidak kunjung hadir, All At Once menemani kita untuk melewati babak selanjutnya.
"Lagu ini tentang dihantui oleh memori-memori seseorang yang telah move on sementara kita masih terperangkap di titik yang sama," ujar Shye.
Ucapan Come Back To Me menjadi penggerak utama All At Once yang seakan memberikan ilusi bahwa kita baik-baik saja.
"Duka di lagu ini menelisik di setiap sudut kehidupan kita saat kita mulai menyadari kehilangan akan orang tersebut di setiap hal yang kita lihat. Saat kita tahu bahwa semuanya telah berakhir dan kita harus move on, namun kenyataannya, lebih mudah untuk mengatakan hal tersebut," ujar Shye.
"Lewat lagu ini, aku ingin memberikan suara bagi bentuk patah hati yang senyap tapi rumit — yang sering kali tak terucapkan. Perasaan terjebak dalam sisa-sisa sesuatu yang telah pergi, sementara dunia terus berjalan. Aku berharap siapa pun yang sedang mengalami hal serupa dapat merasa dimengerti, dan tidak sendirian," lanjutnya.
Setelah merilis single Cecilia dan Waited For You, lagu terbarunya ini menjadi titik Shye meramu ruang suara yang yang lebih lembut, dreamy, dan jujur secara emosional.
Dari segi nuansa musik, Shye meninggalkan warna musik yang lebih berat seperti rilisan sebelumnya, dan memilih suasana yang lebih atmosferik—dipenuhi permainan gitar dreamy dan lirik-lirik yang polos, tanpa topeng. All At Once terdengar seperti helaan napas dari hati—lembut, menghantui, dan sedikit rapuh.
Tentang makna dari lagu ini, Shye bercerita, "Inspirasi datang dari ruang emosi yang aneh—di mana segalanya masih mengingatkanku kepada seseorang, meskipun ia sudah tidak ada di hidupku. Saat sedang jatuh cinta, hidupmu perlahan dibentuk di sekitar orang itu. Tapi ketika ia pergi, yang tersisa hanyalah bayangan dari apa yang dulu ada."
Melalui lirik dan aransemennya, ia menangkap rasa pilu yang sunyi sambil terus berusaha untuk terus berjalan sambil mengumpulkan kepingan hati yang belum pulih sepenuhnya. Di permukaan tampak tenang, tapi di dalamnya penuh gejolak perasaan yang belum selesai.
All At Once adalah genggaman hangat untuk siapa pun yang sedang berjuang—teman bagi mereka yang diam-diam menahan sakit, menawarkan ketenangan, dan membuat mereka merasa tidak sendirian.
"It's okay not to be okay," katanya. "Kadang, duduk bersama kenyataan itu adalah bagian dari proses kita sembuh."
Lebih dari segalanya, Shye berharap lagu ini bisa sampai pada mereka yang paling membutuhkan di waktu yang paling tepat dan memberi mereka keberanian untuk memberi diri sendiri ruang dan waktu untuk benar-benar pulih. (Z-1)
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved