Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT berperan di film Kemah Terlarang: Kesurupan Massal, Dimas Juju menceritakan pengalamannya selama proses syuting dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta. Dimas, yang memerankan karakter kerasukan, mengungkapkan ia hampir mengalami kesurupan sungguhan selama syuting.
"Pada awal-awal syuting, menjelang magrib, tiba-tiba ada hembusan angin yang menerpa saya, membuat saya seketika termenung dengan perasaan aneh," jelas Dimas.
"Kejadian menarik ini saya alami sendiri. Jadi, waktu syuting awal-awal menjelang magrib, kalau kata orang Jawa, waktu magrib itu memang waktunya setan pada muncul. Makanya, kita disuruh pulang dan nggak boleh main saat magrib-magrib. Waktu itu, kita lagi take, satu take terakhir sebelum break. Aku lagi nunggu setelah set, dan tiba-tiba ada angin lewat. Aku nggak tahu itu apa, karena aku nggak bisa lihat bentuknya. Aku cuma diam dan nggak bisa gerak," tambah Dimas.
Baca juga : Sebut Karakternya Menarik, Derby Romero Langsung Setuju Bintangi Kemah Terlarang
Dimas mengaku bingung dengan apa yang terjadi, hingga akhirnya seseorang menyadarkannya. Setelah sadar, ia menyadari air matanya mengalir tanpa ia sadari.
"Untungnya, mamanya Azela yang menyadarkan aku. Dia tepuk-tepuk mataku, dan air mata tiba-tiba keluar. Untungnya nggak sampai teriak kayak kejadian di jembatan itu."
Pengalaman ini menjadi salah satu momen paling berkesan bagi Dimas selama proses syuting. Selain itu, ia juga berkesempatan bertemu dengan tokoh-tokoh asli yang terlibat dalam kejadian nyata yang diadaptasi dalam film ini. Salah satu tokoh tersebut bahkan menangis ketika melihat hasil akhir film, karena menganggap film ini sangat mirip dengan peristiwa nyata yang terjadi pada tragedi 2016.
"Ada salah satu temannya Mas Wakhid, yang ikut dalam kemah itu. Waktu nonton filmnya, dia nangis karena merasa film ini sangat dekat dengan kejadian aslinya," tutup Dimas. (Z-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved