Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PERJALANAN karier yang kurang lebih menyentuh angka 8 tahun merupakan sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang musisi. Hitungan tahun selama sewindu dihabiskan Ardhito Pramono menciptakan puluhan lagu berkualitas yang menghiasi industri musik Indonesia hingga menemani telinga para pendengar setianya. Namun, pencapaian tersebut bukan berarti dapat membuat Ardhito berhenti.
Sempat tidak terdengar kabarnya, ternyata Ardhito mempersiapkan karya-karya terbaru dalam bentuk album terbaru.
Album baru Ardhito itu diberi judul Roadtrip. Di album barunya, ia mencoba untuk mengangkat perjalanan kariernya sejauh ini. Lika-liku perjalanannya menjadi salah satu musisi top Indonesia akan dapat kita nikmati melalui album ini.
Baca juga : Rayakan 30 Tahun Berkarya, Base Jam Rilis Mini Album 3[6]0
"Roadtrip itu adalah sebuah perjalanan panjang. Perjalanan tersebut yang mencerminkan sebuah proses menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya. Segala macam proses tersebut ada pada tiap trek di dalam album Roadtrip," jelas musisi kelahiran 22 Mei itu.
Album ini sendiri terasa sangat personal bagi dirinya. Banyak sekali cerita-cerita yang menginspirasi terbentuknya album Roadtrip ini. Sedih, marah, kecewa, hingga gelisah, semua terangkum di album ini.
Dalam pembuatan album ini, Ardhito dibantu beberapa rekannya. Mulai dari Aldi Nada Perdana dan Erikson Jayanto yang sudah menjadi salah satu bagian dari tim produksi Ardhito, hingga beberapa nama lainnya, seperti Yooky Tjahrial, Mirza Soemarno, Muthia Dewi, hingga Nikita Dompas. Narpati Awangga juga ikut membantu produksi album Roadtrip.
Baca juga : Hongjoin Rilis Album Komorebi
Ardhito mengaku album ini diproduksi dalam waktu yang tidak lama. Walaupun begitu, ia mengaku album ini butuh dorongan kuat untuk segera dirilis.
"Proses produksi bisa dibilang tidak begitu lama. Menentukan untuk merilisnya itu yang bisa dibilang memakan waktu yang lumayan panjang , sekitar 1 tahun. Karena album ini kan menceritakan tentang proses seorang Ardhito Pramono menjadi pribadi yang lebih baik. Nah, yang menjadi pertentangan adalah: 'Apakah gue siap?'" cerita sang musisi.
Akan ada sebelas karya yang akan disajikan Ardhito di dalam album ini. Dua diantaranya sudah ia rilis terlebih dahulu sejak 2023 silam dengan judul Waking Up Together With You dan Dancing in September.
Baca juga : Jelang Tampil di Java Jazz Festival, Ricky Montgomery Rilis Album Rick(y)
Sedangkan untuk trek fokus di dalam album ini adalah Little Time For Love. Melalui lagu-lagu ini, pendengar akan diberikan pengalaman menikmati karya Ardhito Pramono yang lebih kompleks.
Selain karya album, Ardhito juga siapkan sebuah konsep serial video musik. Ardhito mencoba menggabungkan talenta spesialnya di dua bidang seni, yakni musik dan film, menjadi sebuah karya visual yang mengesankan bertajuk Roadtrip.
Dibagi menjadi 5 episode, serial video musik ini menceritakan tentang sebuah kekacauan dunia yang terjadi dan tidak bisa ditolerir.
Baca juga : Vaultboy Rilis Album Perdana Everything and Nothing
Munculnya berbagai bisnis baru yang berkedok menanggulangi era pandemi mulai meresahkan masyarakat. Wacana tentang vaksin pun kerap di bahas oleh banyak pemimpin dunia.
Serial video musik ini digambarkan dengan genre action dan fiksi ilmiah dengan Ardhito turun langsung menjadi aktor utamanya menjadi seorang lelaki bernama Jule. Ia memiliki misi untuk menutup perusahaan jahat bersama dengan rekan masa kecilnya, June yang merupakan anak dari pemilik korporasi tersebut.
Bagaimana cara Jule dan June mengalahkan perusahaan jahat tersebut? Saksikan terus perjuangan Jule dan June di kanal YouTube resmi Ardhito Pramono Official sejak Jumat (26/4).
Untuk episode pertamanya, Ardhito menggunakan lagu Waking Up Together with You, dengan episode selanjutnya akan digambarkan dengan lagu Beautiful Journey, yang dapat disaksikan pada Jumat (17/5) bersamaan perilisan albumnya.
Sedangkan untuk episode selanjutnya dapat dinikmati setiap dua minggu setelahnya.
Untuk produksinya, Ardhito dibantu oleh Bagoes Tresna Adji di posisi sutradara. Aco Tenri juga hadir membantunya khusus untuk episode keduanya. Sedangkan untuk skrip serial video musik ini ditulis oleh sang musisi sendiri. (RO/Z-1)
Tahun ini, Java Jazz Festival resmi memindahkan lokasi acaranya ke Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten.
Melalui lagu Inikah Cinta, Juke Band berusaha membawa pendengar bernostalgia dengan warna musik pop alternatif romantis yang sempat berjaya di medio 2000-an.
Secara filosofis, RANGR merupakan evolusi dari identitas sebelumnya yang bernama Ranger.
RiSing dirancang sebagai jembatan antara penikmat musik dan pelaku industri yang saling menguntungkan dengan menghadirkan layanan profesional berkaraoke di rumah yang praktis dan legal.
Setelah sukses mencatatkan ratusan ribu stream di Spotify dengan lagu-lagu bertema dinamika hubungan, Nanda Prima merilis single bertajuk Memori Satu Atap.
Lindee Cremona merilis single terbaru berjudul Yang Masih Bisa Berdoa, sebuah lagu yang menghadirkan kedalaman emosi yang matang.
Secara filosofis, RANGR merupakan evolusi dari identitas sebelumnya yang bernama Ranger.
Proses penggarapan Nothing Blooms at Midnight terbilang unik karena adanya pergeseran peran di balik layar Lucien Sunmoon.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Peluncuran lagu Çike Çike dari Bebe Rexha menyusul pengumuman album keempat sekaligus album visual pertama dalam katalog musik Bebe yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026 mendatang.
Album Hilary Duff yang berisi 11 lagu ini diproduseri oleh sang suami, peraih penghargaan Grammy Matthew Koma, bersama dengan Brian Phillips.
Dirilis tepat pada 13 Februari 2026, EP Left Me Lost dari Reconcile hadir sebagai narasi sunyi yang mengeksplorasi kedalaman rasa kehilangan dan kebingungan personal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved