Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS sekaligus penyanyi Maudy Ayunda melakukan debut sebagai produser, dalam film biografi Ki Hadjar Dewantara (KHD) yang diharapkan bisa menambah dimensi penting dalam pendidikan dan perfilman Indonesia.
"Saat mempelajari tentang metode pembelajaran Ki Hadjar Dewantara, saya sangat tertarik terutama mengenai pentingnya kesenian dan budi pekerti yang hingga kini belum betul-betul dipahami dan terimplementasi lewat kurikulum di sekolah. Harapannya film ini bisa memantik kesadaran akan pentingnya dua hal tersebut bagi pelajar," kata Maudy, Senin (6/5).
Dalam mengawali kariernya di balik layar, Maudy telah melakukan berbagai persiapan, salah satunya adalah dengan banyak berbincang dengan produser lain, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, dan selalu bertanya.
Baca juga : Naura Ayu Raih Penghargaan Indonesia’s Beautiful Women (IBW)
Pengetahuan tentang industri film, terutama soal proses pembuatannya yang memerlukan kerja sama kolaboratif dari berbagai pihak, menjadi hal penting menurut dirinya.
Riset dan pengembangan cerita juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses produksi film.
Maudy menyadari bahwa hal itu membutuhkan waktu dan proses yang lama, serta melibatkan banyak ahli untuk membangun cerita yang baik dan tepat.
Baca juga : Lady Gaga tidak Sabar Rilis Film tentang Konsernya
Saat ini, prioritas utama Maudy adalah menemukan rekan kerja yang tepat dan memiliki percakapan yang baik sebelum memulai pengembangan cerita, utamanya dalam film KHD.
Selain itu, sebagai produser Maudy ingin membawa visi bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang kehidupan seseorang dan nilai-nilai yang dimiliki oleh sosok Ki Hadjar Dewantara dalam film yang diproduserinya tersebut.
Maudy berharap bahwa melalui film yang akan segera diproduksi itu, anak muda dan generasi mendatang dapat mengenal sosok Ki Hadjar Dewantara secara lebih mendalam, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut dapat berdampak positif dan berlangsung dalam jangka panjang.
"Jadi sebenarnya lebih dari sekadar film tentang pendidikan, tapi juga film tentang kehidupan seorang manusia. Khususnya aku ingin juga buat anak muda dan generasi ke depan kenal dengan sososk Ki Hadjar Dewantara, sehingga nilai dari cerita ini bisa berlangsung panjang," ungkap Maudy. (Ant/Z-1)
Aktris Dian Sastrowardoyo mengalami insiden menegangkan saat menjalani proses syuting film Esok Tanpa Ibu di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Amanda Manopo mengungkapkan bahwa keterlibatannya sebagai Tina bukan didasari oleh standar fisik konvensional.
Aktris Aulia Sarah kembali menyapa pencinta sinema horor melalui proyek terbarunya bertajuk Sengkolo Petaka Satu Suro.
Fakta menarik Jennifer Coppen, aktris muda Indonesia berdarah campuran. Profil lengkap, perjalanan karier, dan pesona ikon Gen Z di dunia hiburan.
Profil Jennifer Coppen menjadi sorotan publik setelah aktris muda Indonesia ini resmi dilamar oleh pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Belum Siap Dewasa adalah lagu tentang perasaan takut tumbuh besar dan meninggalkan masa sekolah yang penuh tawa dan teman-teman.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
PENYANYI muda Prince Poetiray berhasil menyabet penghargaan Pendatang Baru Terbaik Terbaik di AMI Awards 2025. Musisi berusia 11 tahun itu merebut penghargaan lewat lagu Selalu Ada di Nadimu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved