Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Prabowo Gunakan Instrumen Perumahan Atasi Kemiskinan, Begini Kata Ketum REI

 Gana Buana
12/2/2026 19:22
Prabowo Gunakan Instrumen Perumahan Atasi Kemiskinan, Begini Kata Ketum REI
Upaya memastikan ketersediaan dan kualitas rumah subsidi tahun 2026.(Antara)

SEKTOR perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) yang menyatakan kesiapan menjadi mitra utama pemerintah dalam memperluas penyediaan hunian, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ketua Umum REI Joko Suranto menyebut Indonesia beruntung memiliki presiden yang menempatkan sektor perumahan sebagai alat intervensi sosial-ekonomi yang konkret.

“Perumahan bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memerangi kemiskinan dan menekan stunting,” ujar Joko Suranto, Rabu (11/2).

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang memiliki perhatian besar terhadap sektor perumahan, industri properti memiliki peluang lebih kuat untuk bangkit sekaligus berkontribusi langsung terhadap agenda pembangunan nasional.

Kontributor Terbesar Pembangunan Rumah

Sebagai asosiasi pengembang terbesar di Tanah Air, REI mengklaim kontribusi pembangunan rumah nasional oleh anggotanya mencapai 58%. Khusus untuk rumah bersubsidi bagi MBR, kontribusinya mencapai 46%.

Dengan porsi tersebut, REI menempatkan diri sebagai tulang punggung penyediaan hunian nasional sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjalankan kebijakan berbasis perumahan.

Joko menegaskan, pengalaman industri properti menghadapi tiga krisis besar, krisis moneter 1998, krisis finansial global 2008, dan pandemi Covid-19, membuktikan daya tahan sektor ini.

“Waktu membuktikan industri properti mampu bertahan dan bangkit kembali. Kini dengan dukungan kebijakan yang pro-perumahan, kami semakin optimistis,” katanya.

Perluas Akselerasi ke Papua Barat Daya

Dukungan terhadap agenda perumahan nasional juga ditunjukkan dengan penguatan organisasi hingga wilayah timur Indonesia. REI resmi mengukuhkan DPD Papua Barat Daya sebagai DPD ke-38, memperluas jaringan koordinasi pembangunan rumah di provinsi baru tersebut.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyambut baik kehadiran REI di wilayahnya. Ia berharap keberadaan DPD REI dapat mempercepat penyediaan rumah MBR dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap ini menjadi langkah awal untuk berbenah dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.

HUT ke-54 Jadi Momentum Konsolidasi

Momentum ini bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun REI ke-54 yang digelar secara hybrid dan diikuti 38 DPD se-Indonesia. Tema yang diusung tahun ini adalah “Membangun Kebersamaan & Solidaritas REI Menuju Bangkitnya Industri Properti.”

REI sendiri berdiri pada 11 Februari 1972 di Jakarta. Ketua Umum pertama organisasi ini adalah Ir. Ciputra. Dari sembilan anggota awal, REI kini menjadi asosiasi pengembang terbesar dengan jaringan nasional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perayaan juga dimeriahkan dengan lomba tumpeng, dengan DPD REI Bengkulu meraih Juara 1, DPD REI Kalimantan Barat Juara 2, dan DPD REI Banten Juara 3. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya