Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini. Beberapa hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hampir mencapai Rp17.000.
“Kondisi ini sangat memprohatinkan dan memicu kekhawatiran bagi pelaku usaha karena pelemahan yang terjadi sudah berlarut-larut dan jauh lebih dalam dari yang kami perkirakan sebelumnya sehingga bisa menciptakan beban yang berlebihan terhadap kinerja usaha,” ujar Shinta saat dihubungi, Rabu (21/1).
Shinta membeberkan, dalam skenario terburuk, bila pelemahan rupiah terus berlanjut dan tidak segera dikoreksi, dunia usaha mengkhawatirkan kelancaran cash flow yang berpotensi terganggu.
Khususnya bagi pelaku usaha yang memiliki struktur impor besar, sambung Shinta, kontraksi kinerja usaha, dan cost-push inflation di pasar akan membebani pertumbuhan ekonomi jangka pendek-menengah.
“Karena itu, kami berharap pemerintah lebih giat melakukan upaya stabilisasi dan penguatan nilai tukar, baik melalui intervensi moneter maupun intervensi non-moneter seperti penguatan fundamental ekonomi nasional melalui deregulasi, debirokratisasi dan reformasi struktural thd iklim usaha/investasi untuk menstimulasi penerimaan FDI & pertumbuhan ekspor,” ungkap dia.
Di sisi lain, Shinta juga meminta pemerintah melakukan perbaikan disiplin fiskal untuk memulihkan kepercayaan dan demand pasar terhadap bond pemerintah Indonesia dalam mata uang asing.
Ia menambahkan, meskipun instrumen moneter seperti suku bunga acuan dan ketentuan pergerakan modal bisa dikerahkan untuk menciptakan penguatan nilai tukar secara relatif instan, Apindo berharap kedua instrumen ini tidak kembali diperketat dalam jangka pendek-menengah. Sebab itu, kata dia, dapat menciptakan efek yang semakin negatif terhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil (memperlambat laju pertumbuhan berbagai seltor ekonomi dan konsumsi pasar).
“Karena itu, kami berharap instrumen-instrumen intervensi lain, khususnya yang bersifat penguatan terhadap fundamental ekonomi nasional dapat diprioritaskan dan memberikan efek konkret di lapangan,” tandasnya. (H-4)
Published By Indriyani Astuti (21/1/2026, 17.43.13)
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved