Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM lanskap investasi sektor energi di Bursa Efek Indonesia (BEI), nama Happy Hapsoro menjadi magnet tersendiri bagi para pelaku pasar. Dikenal sebagai tangan dingin di balik Grup Rukun Raharja, portofolio investasinya kini memiliki dua pilar utama yang sering membingungkan investor pemula: PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan anak usahanya yang telah melantai di bursa sejak awal 2025, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
Meski memiliki kode emiten yang berpasangan dan berada dalam satu ekosistem pengendali, RAJA dan RATU memiliki "DNA" bisnis yang sangat berbeda. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan fundamental, struktur kepemilikan, dan profil risiko keduanya untuk membantu Anda menentukan strategi investasi yang tepat.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) adalah entitas senior yang telah lama melintang di bursa. Sebagai perusahaan induk (holding company), RAJA memposisikan dirinya sebagai pemain kunci di sektor midstream dan downstream migas.
Karakteristik Investasi: Bisnis RAJA banyak ditopang oleh kontrak jangka panjang dengan tarif yang terukur (fixed fee atau toll fee). Hal ini membuat arus kas RAJA cenderung stabil, defensif, dan tidak terlalu terombang-ambing oleh volatilitas harga minyak mentah harian.
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) adalah entitas yang lebih agresif. Sejak IPO pada Januari 2025, RATU menjadi kendaraan spesifik grup ini untuk ekspansi di sektor hulu (upstream).
Karakteristik Investasi: Kinerja keuangan RATU berkorelasi langsung dengan dua hal: volume produksi (lifting) dan harga minyak dunia (ICP/Brent). Jika harga minyak melonjak, laba RATU berpotensi meledak (windfall profit). Sebaliknya, jika harga energi lesu, marjin keuntungannya akan tertekan lebih dalam dibanding induknya.
Penting bagi investor untuk memahami hierarki kepemilikan agar tidak terjadi bias analisis:
Artinya, jika RATU membagikan dividen atau mencatatkan laba jumbo, RAJA akan ikut menikmati keuntungannya secara konsolidasi. Namun, RAJA juga memiliki lini bisnis lain di luar RATU yang menjadi penyeimbang risiko.
Berikut adalah ringkasan perbedaan fundamental untuk memudahkan pengambilan keputusan:
| Aspek | Saham RAJA (Induk) | Saham RATU (Anak) |
|---|---|---|
| Posisi Rantai Nilai | Midstream & Downstream (Pipa & Distribusi) | Upstream (Eksplorasi & Produksi) |
| Sensitivitas Harga Minyak | Rendah - Moderat (Defensif) | Sangat Tinggi (Siklikal) |
| Stabilitas Pendapatan | Stabil (Berbasis Kontrak Jangka Panjang) | Fluktuatif (Mengikuti Harga Komoditas) |
| Profil Risiko | Moderat | Agresif / High Risk |
| Potensi Return | Pertumbuhan Bertahap + Dividen | Capital Gain Cepat (saat boom energi) |
Pemilihan antara RAJA dan RATU kembali pada profil risiko dan pandangan Anda terhadap makroekonomi energi:
Keduanya merupakan aset strategis di bawah bendera Happy Hapsoro yang saling melengkapi dalam ekosistem energi nasional. Memahami perbedaan peran "Sang Raja" dan "Sang Ratu" adalah kunci agar investasi Anda tidak salah kamar. (Ajaib Sekuritas/Z-10)
Pengawasan pergerakan harga dilakukan secara koordinasi lintas sektor. Salah satunya mengawasi harga komoditas yang bisa memengaruhi inflasi.
Harga beras kelas medium masih berkisar Rp13.500-Rp14.500 per kilogram, harga bawang putih Rp40.000-Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000-Rp35.000 per kilogram.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
Memasuki minggu ketiga Januari 2026, seluruh komoditas cabai di Kota Padang Panjang tercatat mengalami penurunan harga.
Harga cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku di berbagai SPBU di Indonesia.
Mengutip laporan dari Deutsche Bank harga minyak mentah dunia bahkan diproyeksikan bisa melonjak hingga US$120 per barel.
PEMERINTAH memastikan tekanan global imbas perang Ira-Israel masih dapat dimitgasi. Gejolak yang terjadi pada perekonomian masih dalam batas aman dan belum mengkhawatirkan.
DIREKTUR Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menyampaikan bahwa dampak perang Iran vs Israel di Timur Tengah adalah produksi minyak global akan terganggu.
Yose Rizal Damuri menyampaikan bahwa harga dan pasokan minyak dunia bakal bergantung terhadap lamanya perang yang terjadi antara Iran dengan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved