Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyindir operasi militer Amerika Serikat terhadap negaranya yang diberi nama Operation Epic Fury. Menurutnya, operasi tersebut justru menjadi Epic Mistake atau kesalahan besar yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.
Dalam pernyataannya di media sosial, Araghchi menuduh Washington tengah merencanakan serangan terhadap fasilitas minyak dan nuklir Iran. Ia menegaskan Teheran siap menghadapi setiap kemungkinan.
“Sembilan hari setelah dimulainya Operation Epic Mistake, harga minyak telah melonjak dua kali lipat sementara harga berbagai komoditas ikut meroket," kata Araghchi melalui unggahan di X.
“Kami mengetahui Amerika Serikat sedang merencanakan langkah terhadap fasilitas minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat meredam lonjakan inflasi global. Iran sepenuhnya siap, dan kami juga memiliki banyak kejutan," tambahnya.
Pernyataan Araghchi muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam konflik yang berlangsung. Kedua pihak terus saling melontarkan tuduhan dan peringatan seiring meningkatnya tekanan militer dan ekonomi.
Dampak konflik tersebut mulai terasa di pasar energi global. Harga minyak mentah Brent pada awal pekan ini tercatat melonjak lebih dari 25% hingga mencapai sekitar US$116,5 per barel.
Harga minyak bahkan sempat menyentuh level US$119,45 per barel yang mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi di tengah ketegangan geopolitik di kawasan.
Sejumlah analis memperingatkan jika konflik terus bereskalasi dan gangguan pasokan berlanjut, harga minyak berpotensi semakin bergejolak dan bahkan dapat mendekati level US$150 per barel dalam waktu mendatang. (Z-10)
IHSG dibuka melemah 0,32% ke level 7.338 pada Jumat (13/3/2026). Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak dan ekspektasi hawkish The Fed.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level di atas US$100 per barel.
Pemerintah perlu mempertimbangkan skema penyesuaian bertahap harga bahan bakar minyak (BBM) untuk meredam tekanan dari lonjakan harga minyak dunia.
IHSG tertekan tajam 2,65% pada 2 Maret 2026 akibat eskalasi konflik AS-Iran yang memicu lonjakan harga minyak dan emas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved