Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ekosistem pasar modal Indonesia, nama Hapsoro Sukmonohadi atau yang lebih dikenal sebagai Happy Hapsoro memiliki daya tarik tersendiri. Fenomena yang kerap disebut sebagai "Hapsoro Effect" sering kali memicu lonjakan harga saham pada emiten-emiten yang dikabarkan masuk dalam radar investasinya.
Namun, bagi investor cerdas, membedakan antara perusahaan yang benar-benar dikendalikan (controlling interest), sekadar portofolio investasi, atau hanya rumor pasar adalah hal krusial. Dilansir dari Ajaib Sekuritas, berikut adalah bedah lengkap 8 saham yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, termasuk pembaruan status IPO PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) di awal 2025 dan posisi strategis di PADI.
Sebelum masuk ke daftar saham, penting untuk memahami "kendaraan" yang digunakan Happy Hapsoro dalam berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI):
Kelompok ini adalah emiten di mana Happy Hapsoro memiliki kepemilikan signifikan, baik langsung maupun tidak langsung, dan memegang kendali atas arah kebijakan perusahaan.
Ini adalah "permata mahkota" dalam portofolio Hapsoro. Bergerak di sektor infrastruktur gas dan energi, RAJA secara konsisten mencatatkan kinerja fundamental yang solid. Melalui PT Sentosa Bersama Mitra dan Basis Utama Prima, Hapsoro mengendalikan arah ekspansi pipa gas nasional yang strategis.
Sering disalahartikan hanya sebagai anak usaha tertutup, RATU resmi melantai di BEI pada awal Januari 2025. Sebagai anak usaha langsung dari RAJA, RATU fokus pada sektor hulu migas dan pengelolaan blok energi di Cepu. IPO ini mempertegas posisi Grup Hapsoro di sektor energi nasional.
Awalnya bergerak di sektor akomodasi, SINI bertransformasi menjadi emiten energi (batu bara/nikel) setelah akuisisi strategis. Kenaikan harga saham SINI dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu bukti paling nyata dari sentimen positif pasar terhadap masuknya Hapsoro sebagai pengendali utama.
Di sektor properti dan hospitality, BUVA (pengelola Alila Villas Uluwatu) menjadi aset trofi. Meskipun sempat tertekan saat pandemi, restrukturisasi dan dukungan modal dari Hapsoro telah membawa emiten ini kembali ke jalur pemulihan kinerja pariwisata.
Masih di sektor properti Bali, MINA melengkapi portofolio leisure Hapsoro. Saham ini dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi namun tetap menjadi salah satu core holding yang dimiliki melalui vehikel investasinya.
Pada kategori ini, posisi Hapsoro mungkin berawal dari minoritas, namun menunjukkan tendensi untuk menambah porsi kepemilikan atau menjadi mitra strategis.
Status: Investasi Aktif / Calon Pengendali
Berbeda dengan emiten di atas, di PADI, Hapsoro masuk melalui PT Sentosa Bersama Mitra (SBM). Awalnya hanya memegang porsi minoritas (5-10%), namun pada tahun 2025, SBM menunjukkan agresivitas dengan rencana tender offer sukarela untuk menambah kepemilikan. Ini menandakan transisi PADI dari sekadar "investasi pasif" menjadi aset strategis di sektor jasa keuangan.
Emiten jaringan hotel budget ini juga berada di bawah payung investasi PT Basis Utama Prima. PSKT menjadi pelengkap diversifikasi bisnis perhotelan Hapsoro, menyasar segmen pasar yang berbeda dari BUVA (mewah) dan MINA.
Kategori ini sering membingungkan investor pemula. Saham ini sering dikaitkan dengan Hapsoro karena kedekatan relasi bisnis, namun status legalnya berbeda.
Status: Afiliasi Tidak Langsung / Market Association
Nama CBRE sering disebut dalam satu tarikan napas dengan saham-saham Hapsoro. Hal ini disebabkan oleh adanya relasi jaringan bisnis (seperti keterkaitan personil komisaris atau mitra bisnis lama) antara pengendali CBRE dengan lingkaran bisnis Hapsoro.
Penting: Manajemen RAJA pada akhir 2025 pernah menegaskan bahwa secara institusi tidak ada kepemilikan silang langsung antara RAJA dan CBRE. Namun, pasar sering kali tetap mengelompokkan CBRE ke dalam "Grup Hapsoro" karena sentimen pergerakan harga yang sering seirama.
| Kode Saham | Sektor | Status Kepemilikan | Kendaraan Investasi |
|---|---|---|---|
| RAJA | Energi (Gas) | Pengendali Utama | PT Sentosa Bersama Mitra / Basis Utama Prima |
| RATU | Energi (Hulu Migas) | Anak Usaha (Tbk) | PT Rukun Raharja Tbk |
| SINI | Tambang/Energi | Pengendali | PT Basis Utama Prima |
| BUVA | Hotel (Luxury) | Pemilik Manfaat | Pribadi / Korporasi |
| MINA | Properti | Pengendali | PT Basis Utama Prima |
| PADI | Finansial | Investasi Strategis (Agresif) | PT Sentosa Bersama Mitra |
| PSKT | Hotel (Budget) | Pemegang Saham | PT Basis Utama Prima |
| CBRE | Pelayaran | Afiliasi Pasar (Non-Pengendali Langsung) | - |
(Ajaib Sekuritas//Z-10)
Saham RAJA dan RATU sama-sama milik Happy Hapsoro, tapi punya bisnis dan risiko berbeda. Simak perbedaan RAJA vs RATU sebelum investasi.
Profil lengkap Happy Hapsoro, suami Puan Maharani. Mengulas gurita bisnis energi hingga properti, total kekayaan, dan sepak terjangnya sebagai 'Silent Tycoon' Indonesia.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah telah memanggil dan memeriksa pemilik perusahaan PT Basis Utama Prima (BUP) Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro
KEJAKSAAN Agung melimpahkan berkas perkara tersangka kasus korupsi BTS 4G Kementerian Kominfo, yaitu Muhammad Yusrizki ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi.
Kejaksaan Agung (Kejagung) tak menutup kemungkinan memeriksa pemilik PT Basis Utama Prima (BUP) Happy Hapsoro terkait kasus korupsi BTS 4G.
Saham RAJA dan RATU sama-sama milik Happy Hapsoro, tapi punya bisnis dan risiko berbeda. Simak perbedaan RAJA vs RATU sebelum investasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved