Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

8 Saham Happy Hapsoro yang Sering Naik Duluan, dari RAJA hingga RATU Lengkap!

 Gana Buana
09/1/2026 13:51
8 Saham Happy Hapsoro yang Sering Naik Duluan, dari RAJA hingga RATU Lengkap!
Daftar saham Happy Hapsoro lengkap.(Dok. Antara)

DALAM ekosistem pasar modal Indonesia, nama Hapsoro Sukmonohadi atau yang lebih dikenal sebagai Happy Hapsoro memiliki daya tarik tersendiri. Fenomena yang kerap disebut sebagai "Hapsoro Effect" sering kali memicu lonjakan harga saham pada emiten-emiten yang dikabarkan masuk dalam radar investasinya.

Namun, bagi investor cerdas, membedakan antara perusahaan yang benar-benar dikendalikan (controlling interest), sekadar portofolio investasi, atau hanya rumor pasar adalah hal krusial. Dilansir dari Ajaib Sekuritas, berikut adalah bedah lengkap 8 saham yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, termasuk pembaruan status IPO PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) di awal 2025 dan posisi strategis di PADI.

Peta Kekuatan Bisnis

Sebelum masuk ke daftar saham, penting untuk memahami "kendaraan" yang digunakan Happy Hapsoro dalam berinvestasi di Bursa Efek Indonesia (BEI):

  • PT Basis Utama Prima (BUP): Kendaraan utama untuk kepemilikan mayoritas/pengendali (contoh: RAJA, SINI).
  • PT Sentosa Bersama Mitra (SBM): Kendaraan investasi yang lebih fleksibel, sering digunakan untuk masuk ke sektor finansial atau portofolio strategis (contoh: PADI).

Saham Pengendali Utama (Core Holdings)

Kelompok ini adalah emiten di mana Happy Hapsoro memiliki kepemilikan signifikan, baik langsung maupun tidak langsung, dan memegang kendali atas arah kebijakan perusahaan.

1. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)

Ini adalah "permata mahkota" dalam portofolio Hapsoro. Bergerak di sektor infrastruktur gas dan energi, RAJA secara konsisten mencatatkan kinerja fundamental yang solid. Melalui PT Sentosa Bersama Mitra dan Basis Utama Prima, Hapsoro mengendalikan arah ekspansi pipa gas nasional yang strategis.

2. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) (New Listing 2025)

Sering disalahartikan hanya sebagai anak usaha tertutup, RATU resmi melantai di BEI pada awal Januari 2025. Sebagai anak usaha langsung dari RAJA, RATU fokus pada sektor hulu migas dan pengelolaan blok energi di Cepu. IPO ini mempertegas posisi Grup Hapsoro di sektor energi nasional.

3. PT Singaraja Putra Tbk (SINI)

Awalnya bergerak di sektor akomodasi, SINI bertransformasi menjadi emiten energi (batu bara/nikel) setelah akuisisi strategis. Kenaikan harga saham SINI dalam dua tahun terakhir menjadi salah satu bukti paling nyata dari sentimen positif pasar terhadap masuknya Hapsoro sebagai pengendali utama.

4. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)

Di sektor properti dan hospitality, BUVA (pengelola Alila Villas Uluwatu) menjadi aset trofi. Meskipun sempat tertekan saat pandemi, restrukturisasi dan dukungan modal dari Hapsoro telah membawa emiten ini kembali ke jalur pemulihan kinerja pariwisata.

5. PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA)

Masih di sektor properti Bali, MINA melengkapi portofolio leisure Hapsoro. Saham ini dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi namun tetap menjadi salah satu core holding yang dimiliki melalui vehikel investasinya.

Portofolio Investasi Strategis

Pada kategori ini, posisi Hapsoro mungkin berawal dari minoritas, namun menunjukkan tendensi untuk menambah porsi kepemilikan atau menjadi mitra strategis.

6. PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI)

Status: Investasi Aktif / Calon Pengendali

Berbeda dengan emiten di atas, di PADI, Hapsoro masuk melalui PT Sentosa Bersama Mitra (SBM). Awalnya hanya memegang porsi minoritas (5-10%), namun pada tahun 2025, SBM menunjukkan agresivitas dengan rencana tender offer sukarela untuk menambah kepemilikan. Ini menandakan transisi PADI dari sekadar "investasi pasif" menjadi aset strategis di sektor jasa keuangan.

7. PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT)

Emiten jaringan hotel budget ini juga berada di bawah payung investasi PT Basis Utama Prima. PSKT menjadi pelengkap diversifikasi bisnis perhotelan Hapsoro, menyasar segmen pasar yang berbeda dari BUVA (mewah) dan MINA.

Afiliasi Pasar & Rumor (Perlu Dicermati)

Kategori ini sering membingungkan investor pemula. Saham ini sering dikaitkan dengan Hapsoro karena kedekatan relasi bisnis, namun status legalnya berbeda.

8. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE)

Status: Afiliasi Tidak Langsung / Market Association

Nama CBRE sering disebut dalam satu tarikan napas dengan saham-saham Hapsoro. Hal ini disebabkan oleh adanya relasi jaringan bisnis (seperti keterkaitan personil komisaris atau mitra bisnis lama) antara pengendali CBRE dengan lingkaran bisnis Hapsoro.

Penting: Manajemen RAJA pada akhir 2025 pernah menegaskan bahwa secara institusi tidak ada kepemilikan silang langsung antara RAJA dan CBRE. Namun, pasar sering kali tetap mengelompokkan CBRE ke dalam "Grup Hapsoro" karena sentimen pergerakan harga yang sering seirama.

Ringkasan Portofolio Saham Happy Hapsoro

Kode Saham Sektor Status Kepemilikan Kendaraan Investasi
RAJA Energi (Gas) Pengendali Utama PT Sentosa Bersama Mitra / Basis Utama Prima
RATU Energi (Hulu Migas) Anak Usaha (Tbk) PT Rukun Raharja Tbk
SINI Tambang/Energi Pengendali PT Basis Utama Prima
BUVA Hotel (Luxury) Pemilik Manfaat Pribadi / Korporasi
MINA Properti Pengendali PT Basis Utama Prima
PADI Finansial Investasi Strategis (Agresif) PT Sentosa Bersama Mitra
PSKT Hotel (Budget) Pemegang Saham PT Basis Utama Prima
CBRE Pelayaran Afiliasi Pasar (Non-Pengendali Langsung) -

(Ajaib Sekuritas//Z-10)

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai rekomendasi beli atau jual. Keputusan investasi saham mengandung risiko dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi investor. Selalu lakukan analisis mendalam (DYOR) sebelum bertransaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya