Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA usaha sepakat dengan pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bahwa manusia merupakan bagian penting transformasi digital, bahkan lebih dari itu manusia merupakan inti dari transformasi digital. Respons tersebut dinyatakan oleh Direktur Program & Partnership Dcolearning, Nurul Winanda.
Nurul merespons pernyataan Meutya yang dinyatakan pada pada Forum Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025 di Jakarta Convention Center pada Kamis, 30 Oktober 2025. Meutya ketika itu menegaskan bahwa transformasi digital bukan tentang teknologi saja, tapi tentang manusia serta kesempatan yang lebih adil bagi masyarakat dari kota hingga pelosok.
"Manusia juga menjadi bagian dari infrastruktur digital yang penting untuk disiapkan," kata Meutya.
Meutya menegaskan bahwa pembangunan digital tidak hanya mencakup pengembangan jaringan BTS atau penambahan satelit, namun juga kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dan berkontribusi pada perubahan besar menuju Indonesia Emas pada tahun 2045.
Nurul menyatakan bahwa pernyataan Meutya tersebut menjadi perhatian di banyak bidang dan dunia profesional. Ia percaya bahwa pesan itu menegaskan kembali pentingnya transformasi digital dan perkembangan manusia. Perangkat canggih bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan transformasi digital; pengoperasian dan pengembangan manusia juga merupakan faktor penting, bahkan inti dari transformasi itu sendiri.
“Arah kebijakan tersebut sesuai dengan masalah yang dihadapi dunia usaha saat ini. Banyak perusahaan swasta dan nasional sekarang berfokus pada transformasi digital. Digitalisasi pasti akan terjadi, dan itu bukan lagi pilihan. Karena itu, kesiapan manusia sebgai inti, yakni daam menjalankan peran sebagai tenaga kerja menjadi kuncinya”, kata Nurul Winanda di Jakarta, Selasa (11/11).
Nurul mengatakan keterampilan manajemen proyek digital semakin dibutuhkan saat ini, dalam menyambut era digitalisasi. Pendekatan agile dalam manajemen proyek dalam hal ini menjadi pendorong agar sumber daya manusia memiliki karakter taktis dan responsif terhadap perubhan cepat.
“Pelatihan manajemen proyek berstandar internasional berperan penting dalam menyiapkan profesional yang mampu beradaptasi di tengah percepatan digitalisasi. Misalnya, pendekatan agile project management dianggap relevan karena mendorong cara berpikir yang taktis dan responsif terhadap perubahan teknologi yang terjadi sangat cepat”, lanjut Nurul.
Dalam mendukung program digitalisasi pemerintah, kebutuhan akan pengelolaan proyek yang terstruktur dan adaptif diwujudkan dalam berbagai inisiatif pelatihan yang digelar sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah Program Extensive Project Management yang dilangsungkan Dcolearning pada 10–14 November 2025 di Kemang, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai industri, seperti perangkat lunak (software), perbankan digital, infrastrukur telekomunikasi digital, energi, dan konstruksi. Tujuan dari semua peserta ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mengelola proyek di perusahaannya yang sedikit banyak telah didigitalisasi. Materi pelatihan didasarkan pada A Guide to the Project Management Body of Knowledge (PMBOK Guide), yang diterbitkan oleh Project Management Institute (PMI), yang merupakan pedoman internasional untuk praktik manajemen proyek.
Selama lima hari pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang konsep dan kerangka kerja, tetapi mereka juga berpartisipasi dalam studi kasus dan simulasi proyek. Tujuannya sederhana: memberi mereka kemampuan untuk mengaitkan teori dengan situasi bisnis dan menemukan cara terbaik untuk menerapkan prinsip manajemen proyek dalam lingkungan kerja yang selalu berubah.
Dalam pelatihan yang diselenggarakan Dcolearning tersebut, kemampuan beradaptasi dan membaca perubahan merupakan kunci, disamping kemampuan mengelola jadwal dan anggaran. Daya adaptasi para pekerja menjadi kunci untuk beradaptasi dengan dunia yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
"Dalam proyek transformasi digital, seorang project manager yang baik bukan hanya tahu cara mengelola jadwal atau anggaran, tapi mampu membaca perubahan, berinovasi, dan menjaga timnya tetap fokus di tengah ketidakpastian," lanjut Nurul.
"Banyak inisiatif digital yang kurang maksimal atau bahkan gagal, bukan karena teknologinya, tapi karena kurangnya kapasitas manajerial dalam mengelola perubahan," kata Nurul.
Nurul menekankan bahwa banyak inisiatif digital yang gagal karena kurangnya kapasitas manusia. Sehingga, memiliki keterampilan manajemen proyek yang baik merupakan bagian penting dari kesiapan SDM di era perubahan ini.
Nurul menekankan sekali lagi mengenai pentingnya membangun kapasitas manusia, agar selaras dengan perubahan infrastruktur digital dalam pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa teknologi hanya alat untuk memantu manusia, dan setiap transformasi tetap berpusat pada manusia.
“Pernyataan Menkomdigi Meutya Hafid tentang manusia sebagai bagian dari infrastruktur digital menegaskan kembali arah pembangunan nasional, di mana manusia adalah penggeraknya dan teknologi hanyalah alat. Kemampuan setiap orang di Indonesia untuk belajar, menyesuaikan, dan bekerja sama sangat penting untuk kemajuan ekonomi digital negara tersebut”, pungkas Nurul.
Nurul menegaskan bahwa meskipun terdiri dari sistem dan jaringan, transformasi digital hanya dapat dilakukan oleh individu yang memiliki kemampuan untuk berpikir strategis dan mengendalikan perubahan. Menurutnya, dunia industri dan lembaga pelatihan berperan dalam menjamin pertumbuhan kompetensi manusia seiring dengan kebijakan pemerintah yang memperkuat infrastruktur. Karena pada akhirnya, kesuksesan transformasi digital bukan sekadar tentang apa yang berubah, tapi juga bergantung pada siapa yang siap menjalankannya. (Cah/P-3)
Catatan perlindungan anak 2025 menunjukkan ancaman di ruang digital mulai dari paparan konten tidak sesuai usia, perundungan siber, hingga penyalahgunaan data pribadi anak.
Modus penipuan berbasis dokumen digital kian merajalela, dan celah yang paling sering dimanfaatkan pelaku justru datang dari sesuatu yang terlihat “normal”, informasi lowongan kerja.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah mengalami penipuan daring.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
Komdigi menyebut Grok AI belum memiliki sistem moderasi atau pengaturan eksplisit untuk mencegah produksi pornografi berbasis foto nyata.
Transformasi teknologi tidak hanya fokus pada pengembangan sistem, tetapi juga memastikan keamanan, keandalan, serta relevansi layanan terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.
Percepatan digitalisasi memang membawa efisiensi, namun di sisi lain memperbesar risiko karena menciptakan fragmentasi teknologi dalam sistem keamanan.
Upaya meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan karyawan semakin menjadi fokus dalam transformasi digital dunia kerja.
Plt Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Syska Hutagalung mengungkapkan inisiatif ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan ekonomi digital dan penguatan koperasi.
RISE with SAP memungkinkan Win&Co Group untuk melakukan analisis profitabilitas yang lebih merinci mulai tingkat produksi hingga penjualan.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pers harus menjaga kepercayaan publik di tengah disinformasi dan AI. Kolaborasi media, pemerintah, dan platform digital jadi kunci ruang informasi sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved