Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,37% pada Mei 2025. Angka ini berbanding terbalik dengan yang terjadi di April 2025 yang mengalami inflasi 1,17%.
Secara komponen, deflasi pada bulan ini terutama disebabkan oleh penurunan pada komoditas harga bergejolak (volatile food) yang mengalami deflasi sebesar 2,48% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,41%.
"Deflasi bulanan pada Mei 2025 merupakan deflasi terdalam sejak September 2022. Saat itu, pada Agustus 2022 terjadi deflasi bulanan sebesar 2,90%," ujar Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers Rilis BPS secara daring, Senin (2/6).
Meskipun Indonesia mengalami deflasi secara bulanan, tercatat, secara tahunan masih terjadi inflasi sebesar 1,60% dan secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 1,19%.
"Tingkat inflasi pada Mei 2025 ini lebih dalam dibandingkan dengan bulan Mei 2024," imbuhnya.
Penurunan inflasi tahunan ini disebabkan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga secara signifikan dan menjadi faktor penahan laju inflasi. Di antaranya adalah daging ayam ras yang mengalami deflasi tahunan sebesar 8,57% dan memberikan andil sebesar 0,14% terhadap perlambatan inflasi.
Kemudian, bawang merah mencatatkan deflasi 15,26% dengan andil 0,10%, serta cabai merah yang mengalami deflasi 21,17% dan memberikan andil 0,09% terhadap inflasi. Secara umum, kelompok pengeluaran, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap deflasi bulanan.
"Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 1,40%, dengan kontribusi terhadap deflasi umum sebesar 0,41%," jelas Pudji.
Tak hanya komoditas pangan segar, beberapa komoditas lain juga turut memberikan andil terhadap deflasi Mei 2025. Misalnya, tomat yang mengalami deflasi cukup besar, yaitu 12,41% dan memberikan andil sebesar 0,03%. Sementara itu, beras meskipun secara umum masih mengalami inflasi, memberikan andil deflasi sebesar 0,01%.
"Komoditas emas perhiasan yang telah mencatatkan deflasi sejak September 2023, juga turut menahan inflasi pada bulan ini," lanjut Pudji.
Beberapa tarif jasa juga memberikan kontribusi terhadap deflasi. Tarif pulsa ponsel dan tarif angkutan udara, misalnya, mengalami penurunan setelah sebelumnya meningkat karena program diskon saat periode mudik dan perayaan Nyepi. Kembalinya tarif ke level normal membuat kedua komponen ini menjadi penekan inflasi pada Mei 2025. (E-3)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Kota Padang mengalami deflasi (penurunan harga barang) pada bulan Januari 2026.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,10 persen, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah masing-masing sebesar 0,06 persen.
BADAN Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat pada Januari 2026 ini, inflasi bulan ke bulan di provinsi ini sebesar -0,16% atau mengalami deflasi 0,16%.
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
BPS beberkan data perdagangan RI di jalur Selat Hormuz di tengah konflik Iran-Israel. Intip nilai ekspor-impor miliaran dolar yang terancam jika jalur ini lumpuh.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved