Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas (Satgas) Perumahan kembali mencuatkan rencana pembentukan Kementerian Perumahan sebagai bagian dari program pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan, pemisahan sektor perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum (Pu-Pera) ini dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan perumahan yang lebih fokus.
Baca juga : Sinergi Ekosistem Pembiayaan Jadi Kunci Sukses Program 3 Juta Rumah
Menanggapi hal ini, Pengamat properti dari Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, menilai bahwa langkah ini merupakan terobosan positif dalam mempercepat penyediaan perumahan nasional.
Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan perumahan sangat kompleks sehingga membutuhkan menteri yang benar-benar memahami isu ini secara mendalam.
“Persoalan perumahan tidak bisa dipelajari secara cepat, terutama untuk menyelesaikan backlog, pembiayaan perumahan, dan akses bagi generasi milenial,” jelas Sari di Jakarta.
Baca juga : Insentif PPN DTP Ditambah Agar Publik Mudah Dapatkan Hunian dan Dongkrak Penjualan Hunian
Sari menekankan pentingnya pemimpin kementerian yang tidak hanya memahami kebijakan secara historis tetapi juga mampu membawa perubahan signifikan.
Ia berharap agar menteri yang ditunjuk memiliki konsep matang dalam menangani permasalahan perumahan, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pengamat properti dari Leads Property Martin Samuel Hutapea menyuarakan hal serupa. Menurutnya, menteri yang ditunjuk harus memahami prioritas dalam sektor perumahan, seperti populasi, daya beli, lokasi kerja, dan ketersediaan lahan.
Baca juga : Penambahan Kuota FLPP dan Perpanjangan Insentif PPN DTP 100 Persen Picu Kenaikan Penjualan Rumah
“Siapa pun sosoknya harus memahami masalah dasar sektor ini dan mampu mengontrol implementasinya,” ujarnya.
CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda juga menyatakan dukungannya terhadap pembentukan kementerian ini, mengingat pentingnya penyediaan perumahan sebagai salah satu kebutuhan dasar.
Ia menegaskan bahwa sosok menteri yang terlibat haruslah praktisi yang memahami kondisi pasar perumahan saat ini agar kebijakan yang diambil sesuai dengan harapan masyarakat.
Baca juga : BP Tapera Wujudkan Amanah Mulia: Penyaluran Pembiayaan Perumahan Capai Rp142,11 Triliun
“Lebih baik jika menteri berasal dari kalangan profesional atau pengusaha yang mengerti politik, mengingat sektor perumahan sering kali sarat dengan kepentingan politik,” imbuh Ali.
Ketua Umum Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong, juga berharap Kementerian Perumahan akan dipimpin oleh sosok profesional yang memahami betul persoalan sektor ini.
Ia menggarisbawahi bahwa sektor perumahan Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga.
“Kami butuh sosok seperti Menteri Basuki di sektor infrastruktur. Kami berharap menteri perumahan nanti bisa langsung membuat gebrakan serupa,” ungkap Lukas.
Pelaku industri perumahan, Fajar R. Zulkarnaen, menambahkan bahwa sektor perumahan selama ini terkesan diabaikan karena digabung dengan sektor pekerjaan umum.
Ia mengusulkan agar wewenang kementerian diperluas menjadi Kementerian Perumahan dan Pengembangan Perkotaan, mengingat mayoritas penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan di masa depan.
“Jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, persoalan hunian di perkotaan akan menjadi masalah serius,” ujar Fajar.
Ia menekankan pentingnya menteri yang paham perumahan, penataan kawasan, dan prosedur perizinan untuk memastikan kementerian tersebut tidak terjebak dalam ketidakjelasan arah.
Dengan hadirnya Kementerian Perumahan yang dipimpin oleh sosok ahli, Fajar yakin program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran dapat terlaksana secara maksimal. (Z-10)
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan lahan milik badan usaha milik negara (BUMN) tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas komersial.
Vista Land Group mencatatkan prestasi di sektor perumahan nasional setelah meraih penghargaan sebagai pengembang rumah subsidi terbaik dalam ajang BTN Awards 2025 yang digelar di Jakarta.
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diketahui melakukan alih fungsi lahan baku sawah (LBS) mencapai 500 hektare setiap tahunnya dan mengubahnya menjadi kawasan hunian.
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Wamen PKP Fahri Hamzah menilai angka backlog perumahan belum bisa dianggap demand riil karena tidak dipetakan dan tidak terkonsolidasi sebagai kebutuhan.
HUNIAN berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin diminati masyarakat. Saat ini pilihan hunian tersebut juga semakin terjangkau.
Badan Bank Tanah siapkan 120 hektar lahan untuk rumah subsidi Rp150 jutaan di Cianjur hingga Batang. Cek skema Hak Miliknya di sini.
Mendagri dan Menteri PKP tinjau penanganan permukiman kumuh di Kubu Raya, fokus pada penyelarasan data agar program tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merancang kebijakan baru berupa perpanjangan tenor cicilan rumah subsidi hingga 30 tahun
Pertumbuhan infrastruktur yang pesat, ditambah dengan ekspansi kawasan industri, semakin mempertegas prospek Cibarusah sebagai pusat investasi yang menjanjikan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas akses hunian terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan pemerintah sedang menyiapkan skema rumah susun (rusun) subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved