Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membagikan alat memasak berbasis listrik (AML) atau penanak nasi (rice cooker) secara cuma-cuma ke masyarakat paling lambat pada Desember 2023. Pemberian ini molor dari target awal yang direncanakan pemerintah pada bulan ini.
"Ini harus terbagi di tahun ini. Sebelum Desember harus disalurkan," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agus Cahyono di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11).
Rencana pemberian rice cooker secara gratis ke masyarakat tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Masak Berbasis Listrik bagi Rumah Tangga. Anggaran untuk program tersebut mencapai Rp347,5 miliar dengan target penerima 500 ribu rumah tangga di tahun ini.
Baca juga : Awal November, Pemerintah Salurkan Rice Cooker ke 500 Ribu Warga
Agus menjelaskan alasan belum disalurkan rice cooker ke pelanggan PLN saat ini ialah karena pihaknya masih melakukan proses tender atau pengadaan produk AML lewat sistem informasi elektronik atau e-katalog pemerintah. Kementerian ESDM belum menunjuk resmi perusahaan atau produsen rice cooker yang terlibat dalam pemberian alat penanak nasi.
"Ya kan kalau belum kontrak bagaimana menyalurkannya. Lalu, tidak ada tendensi merek A, B, C. Semua tergantung dari e-katalog. Kan ada proses seleksinya, soal tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), purnajual dan sebagainya," ucapnya.
Masalah lainnya perihal belum dibagikan rice cooker ialah masih dilakukannya pemadanan data calon penerima dengan PT PLN (Persero). Adapun penerima merupakan pelanggan PLN atau PLN Batam berdaya 450 volt ampere (VA) sampai 1.300 VA yang berdomisili di daerah tersedia listrik 24 jam menyala dan tidak memiliki rice cooker sebelumnya.
Baca juga : PLN Segera Mulai Verifikasi Data Penerima Rice Cooker
Data calon penerima AML yang dihimpun PLN ialah nama calon penerima, nomor induk kependudukan (NIK), nomor identitas pelanggan PT PLN (Persero) atau
PT PLN Batam dan alamat calon penerima AML yang mencantumkan nama desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.
"Ini kan sasarannya rumah tangga. Ada datanya, seperti (pemadanan) data kemiskinan (lewat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial/DTKS). Nanti dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM yang membagikan (rice cooker)," pungkasnya. (Z-5)
Kementerian ESDM menegaskan insiden meledaknya sumur minyak rakyat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terjadi akibat praktik pengeboran ilegal.
Dengan sistem baru di tahun depan, pembelian LPG akan tercatat berdasarkan domisili dan status penerima, sehingga distribusi menjadi lebih tepat sasaran.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, menyoroti masih maraknya tambang ilegal di Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan Papua Barat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mendorong program Listrik Desa (Lisdes) 2025-2029.
Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara dari Januari hingga Juni 2025 mencapai 357,6 juta ton. Angka tersebut setara 48,34% dari target 2025 sebesar 739,7 juta ton.
Transformasi industri pertambangan menjadi isu krusial dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
SEBANYAK 2.821 keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia menjadi sasaran penerima bantuan pemasangan listrik gratis.
PLN IP telah menggerakkan roda ekonomi nasional melalui penyediaan listrik untuk industri, UMKM dan rumah tangga.
Dalam menghadirkan PLN EYE yang memanfaatkan tiang listrik, PLN masih mendapatkan beberapa kendala di lapangan seperti pemeliharaan hingga keamanan bagi penggunanya.
PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menegaskan komitmen untuk terus mendukung ketahanan energi nasional melalui pasokan LNG yang aman dan berkesinambungan bagi kebutuhan gas dalam negeri.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mendorong program Listrik Desa (Lisdes) 2025-2029.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved