Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat tetap tenang di tengah dinamika konflik di Timur Tengah yang dipicu perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan ketersediaan stok masih dalam kondisi aman.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi nasional. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan yang justru berpotensi menimbulkan kelangkaan.
“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying,” ujar Dwi Anggia dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).
Pihaknya memastikan ketersediaan stok energi, khususnya BBM, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang perayaan Idulfitri. Selain itu, pemerintah juga menjamin harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia tengah bergejolak akibat situasi geopolitik global.
Kementerian ESDM juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan BBM karena tindakan tersebut dapat mengganggu distribusi dan memicu kelangkaan di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, pemerintah terus memastikan distribusi BBM ke berbagai daerah berjalan lancar agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian kondisi global. (Ins)
CADANGAN BBM nasional yang saat ini berada di kisaran sekitar 20–21 hari dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kondisi normal, sehingga masyarakat tidak perlu panik.
DIREKTUR Eksekutif CoRE Mohammad Faisal mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pertamina pun menegaskan telah mempersiapkan stok BBM dan LPG jauh hari sebelum perang Israel-Amerika lawan Iran.
Pemerintah didorong menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional.
Tauhid menilai positif berbagai perencanaan pasokan oleh Pertamina. Mulai dari produksi kilang hingga impor energi.
ANTREAN kendaraan disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) mulai meningkat sejak Jumat pagi (6/3).
CADANGAN BBM nasional yang saat ini berada di kisaran sekitar 20–21 hari dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dalam kondisi normal, sehingga masyarakat tidak perlu panik.
DIREKTUR Eksekutif CoRE Mohammad Faisal mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
ANTREAN panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah sudah berlangsung tiga hari terakhir.
FENOMENA panic buying atau membeli secara berlebihan BBM terjadi di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved