Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Ekonom: Masyarakat tidak Perlu Khawatir Cadangan BBM Indonesia

Media Indonesia
04/3/2026 23:17
Ekonom: Masyarakat tidak Perlu Khawatir Cadangan BBM Indonesia
Ilustrasi(Dok Istimewa)

EKONOM senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini yaitu sekitar 20 hari.

Ia yakin BUMN energi tersebut akan melakukan berbagai upaya agar cadangan BBM di Indonesia terus berkesinambungan. 
Menurut dia, pengertian cadangan sekitar 20 hari yaitu stok akan habis jika selama kurun waktu tidak dilakukan upaya apapun. Namun, harus diingat seperti reguler dilakukan, saat ini pun Pertamina melakukan langkah-langkah penstabilan pasokan untuk menjaga level cadangan.

Sebagai informasi, level cadangan BBM sesuai aturan berlaku. Dalam laporan Desember 2025, misalnya, Menteri ESDM menyebut sebagian besar jenis BBM di Indonesia berada di atas standar minimum cadangan yang ditetapkan. Contohnya, sekitar 19–31 hari untuk berbagai produk BBM tertentu.

Adapun Peraturan BPH Migas No 9 Tahun 2020 tentang Penyediaan Cadangan Operasional Bahan Bakar Minyak, menyebut pemegang izin usaha wajib menyediakan cadangan operasional BBM dengan cakupan waktu paling singkat selama 23 hari.

Tauhid melanjutkan pencadangan adalah seberapa jauh pemerintah dan Pertamina memiliki dana untuk menyetok. Bukan hanya bahan-bahan, tetapi juga gudangnya, jalur distribusi, pengapalan dan sebagainya. “Itu artinya, rata-rata kemampuan keuangan kita mencadangkan segitu. Bukan berarti harinya semakin turun, berarti kan dia akan relatif volatilitasnya di angka segitulah," ucapnya.

”Kenapa nggak bulanan? Karena kemampuan keuangan kita terbatas. Selain itu, kita adalah negara importir,” imbuhnya.

Karena itu, Tauhid menilai positif berbagai perencanaan pasokan oleh Pertamina. Mulai dari produksi kilang hingga impor energi. Berbagai perencanaan itu, menurutnya, penting agar cadangan tetap terjaga.

Tauhid mencontohkan langkah Pertamina dan pemerintah yang segera mengalihkan impor minyak mentah dari kawasan Arab. Di tengah kondisi kawasan Teluk yang terus memanas, upaya itu merupakan hal positif. Termasuk, rencana mengimpor dari Brasil atau Amerika Serikat.  “Menurut saya itu pilihan baik, karena kawasan itu kan bebas dari konflik saat ini,” ujar Tauhid.

Saat ini, menurut Tauhid, impor minyak mentah Indonesia dari Arab Saudi sekitar 20% dari kesuluruhan. Selain itu, Indonesia mengimpor dari Nigeria dan Angola.

Tauhid juga menganjurkan agar kontrak-kontrak untuk impor minyak mentah harus segera dilakukan. Sebab, harga minyak mentah saat ini terus meningkat di tengah gejolak konflik AS-Israel dengan Iran. Apalagi, negara-negara seluruh dunia juga akan saling memperebutkan.
“Lebih baik (kontrak dilakukan segera). Karena kita nggak pasti. Kan katanya perangnya berkepanjangan,” ujar Tauhid.

Selain itu, Tauhid mengingatkan, jangan sampai impor dilakukan saat harga minyak mentah mencapai US$100 per barel. Sebab, itu akan membuat jebol APBN lantaran defisitnya akan melampaui 3%.
“Sekarang kan baru sekitar US$78 per barel,” katanya.

Di sisi lain, Tauhid mengingatkan, kuota cadangan BBM Indonesia di tengah konflik, sebaiknya ditambah. Kalau bisa, sekitar 1–2 bulan. Hal itu untuk mengantisipasi terkendalanya jalur-jalur distribusi dunia akibat konflik tersebut, termasuk penutupan Selat Hormuz saat ini. Dikhawatikna, dunia juga akan mengalami kelangkaan kapal-kapal tanker. “Sebenarnya kalau menurut saya semakin banyak cadangan, semakin baik buat kita. Cadangan itu ada dari sisi ketersediaan, distribusi, serta kemampuan keuangan negara,” kata Tauhid.

Selain itu, Pertamina harus menyiapkan rencana cadangan jika situasi terus memburuk sehingga kebutuhan BBM masyarakat tidak terganggu. Dengan sejumlah rencana tersebut, Tauhid menilai, masyarakat tidak perlu khawatir cadangan BBM Indonesia akan habis dalam waktu sekitar 20 hari. Sebab, setidaknya pemerinya sudah memiliki rencana pengalihan impor ke kawasan yang lebih aman.

Sebelumnya, saat akan menghadiri rapat mengenai kondisi geopolitik terkini di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini cadangan BBM nasional cukup untuk 20 hari. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya