Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemerintah harus Serius Kaji Bobibos sebagai Bahan Bakar Alternatif

Andhika Prasetyo
15/11/2025 06:24
Pemerintah harus Serius Kaji Bobibos sebagai Bahan Bakar Alternatif
Pekerja menuangkan BBM alternatif yang telah diolah dari limbah sampah plastik.(Antara)

Pakar energi Universitas Islam Riau (UIR), Ira Herawati, mendorong pemerintah mengkaji lebih mendalam bahan bakar alternatif bernama Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos atau Bobibos, yang dikembangkan dari limbah pertanian. Ira menyebut kehadiran Bobibos memberi harapan baru bagi penyediaan energi nasional, namun tetap memerlukan pembuktian ilmiah oleh lembaga yang kredibel.

“Ini angin segar dan perlu diapresiasi, tetapi juga membutuhkan pembuktian lebih lanjut,” ujar Ira dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Pandangan serupa disampaikan ekonom Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI), Riyadi Mustofa. Ia menilai inovasi Bobibos layak diapresiasi, namun harus melalui serangkaian uji laboratorium sebelum dapat dipasarkan secara luas.

Menurut Riyadi, uji komprehensif oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diperlukan untuk memverifikasi berbagai klaim teknis terkait performa Bobibos.

"Kalau ingin komersial dan punya nilai ekonomis, tentu harus mengurus izin operasional, tata cara produksi, hingga izin edar karena itu barang yang dijual," ujarnya.

Sebelumnya, pada 11 November 2025, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyatakan bahwa pihaknya akan mempelajari secara menyeluruh inovasi bahan bakar tersebut.

BBM Bobibos merupakan pengembangan dari PT Inti Sinergi Formula yang diperkenalkan kepada publik pada 2 November 2025 di Jonggol, Kabupaten Bogor. Bahan bakar ini dibuat dari limbah pertanian dan dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya.

Bensin Bobibos diklaim memiliki performa tinggi setara bahan bakar berstandar RON 98 serta ramah lingkungan. Pemerintah kini disebut tengah mengamati potensi dan kelayakannya sebagai alternatif energi baru di Indonesia. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik